Inilah Penjelasan Subang sebagai "Zona Kuning"

SUBANG – Terkait status wilayah Kabupaten Subang sehubungan dengan kasus Covid-19, menurut Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dr. Nunung dilihat dari jumlah kasus yang meningkat signifikan. "Dang itu terjadi setiap waktu Kalau kami lihat (yang terjadi di Subang) itu dari 5 (kasus positif) sampai menjadi 18 (kasus positif), seolah-olah naik tetapi kita (akan) lihat seminggu dua minggu kedepan apakah terjadi lonjakan (seperti) demikian atau tidak? Kalau itu tidak, berarti tidak termasuk kriteria zona merah," jelasnya kepada para wartawan termasuk reporterjabar.com di Posko Gugus Tugas, Rabu (22/4/2020).
Kemudian kriteria kedua terkait dengan jumlah kematian akibat Covid-19 juga sama. "Kalau jumlah kematian akibat Covid-19  meningkat signifikan dalam waktu tertentu itu juga bisa dikatakan sebagai zona merah," imbuhnya.
Lalu kriteria yang ketiga tempat terjadinya penularan. "Di mana tertularnya? Apakah mendapatkan infeksinya dari lokal Subang ataukah dari luar Kabupaten Subang?" ujarnya. Dari sekian kasus yang terjadi di Subang kebanyakan kasus yang dibawa dari luar kota Subang khususnya zona merah. "Pasien datang (dari luar Subang) ke Subang (kemudian mengeluh) sakit kemudian diperiksa (hasilnya) positif (Covid-19). Jadi kita belum menemukan local transmition. Jadi penularan antar orang di Subang tidak terjadi," jelasnya.
Kemudian kata dr. Nunung semua kasus pasien positif mereka terjadi penularannya di luar Subang. "Sampai sekarang penularan tidak terjadi di Subang. Kasus sekarang lebih banyak terinfeksinya di luar wilayah Subang. Jadi Subang masih zona kuning," pungkasnya.
Share on Google Plus