Inilah Kriteria Baru ODP Covid-19 di Subang

SUBANG – Untuk meningkatkan selektifitas dalam pendataan Kewaspadaan Covid-19 di Kabupaten Subang, pihak Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Subang akan melakukan perubahan definisi Orang Dalam Pemantauan (ODP). Menurut Ketua Harian Gugus Tugas, H. Aminudin sebagaimana disampaikan juru bicaranya, dr. Maxi, tadinya ODP ialah orang yang datang dari zona merah atau dari negara yang terjangkit akan dirobah dengan orang yang memiliki gejala batuk, pilek dan demam. Sedangkan yang kembali dari zona merah dan luar luar negeri dinyatakan sebagai Orang Dengan Resiko (ODR).
Berikut Penjelasan dr. Maxi kepada Elshinta:
"Tidak semua orang yang datang dari zona merah dan negara terjangkit tetapi hanya yang bergejala ada batuk pilek dan panas itu baru ODP. Tetapi kalau tidak ada bergejala namanya ODR, orang dalam resiko. Kedepannya akan lebih seleksi supaya datanya tidak terlalu melonjak," tuturnya kepada Reporter Jabar, Kamis Senin (6/4/2020).
Mengenai data ODP dari hasil laporan 40 puskesmas di wilayah Subang jumlahya bertambah menjadi 4.251 orang yang tediri dari 1.866 orang laki-laki dan 2.385 orang perempuan. 704 orang diantaranya telah selesai tinggal 3.547 orang belum selesai.
Berdasarkan umur terdata usia balita 43 orang, usia 6-19 tahun sebanyak 463, usia 20-29 tahun sebanyak 1.431 orang, usia 30-39 tahun sebanyak 1.303 orang, usia 40-49 tahun sebanyak 610 orang, usia 50-59 tahun sebanyak 281 orang, usia 60-69 tahun sebanyak 75 orang, usia 70–79 tahun sebanyak 43 orang dan diatas 80 tahun sebanyak 2 orang.
Kemudian Pasien Dalam Pengawasan (PDP) bertambah menjadi 15 orang yang tediri dari 13 orang laki-laki dan dua orang perempuan. 14 orang diantaranya telah selesai tinggal satu orang yang menjalani isolasi di RSUD Subang.
Demikian laporan Teddy Widara dari Subang Jawa Barat.    
Share on Google Plus

0 Comments:

Posting Komentar