Begini Nasib Dunia Usaha di Subang Selama Wabah Covid-19

SUBANG – Selama pandemik Corona Covid-19 di Subang Jawa Barat banyak perusahaan yang mulai "oleng". Dikatakan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Subang, Asep Rohman Dimyati menurut data yang diperolehnya kekuatan ketahanan perusahaan di Subang hanya sampai pertengahan Mei 2020. "Apabila (Covid-19) ini masih mewabah tiga atau empat bulan kedepan, akan banyak perusahaan yang gulung tikar," ujarnya kepada Reporter Jabar disela-sela penyerahan bantuan APD dan bahan kebersihan kepada Gugus Tugas Covid-19 Subang, Jum'at (17/4/2020).
Kemudian ketika ditanya mengenai strategi untuk bertahan. Ketua Apindo yang biasa disapa ARD ini mengatakan tidak banyak yang bisa dilakukan oleh perusahaan. "Kita (pengusaha) hanya berdo'a supaya wabahnya nggak ada. Kita bukan pesimis tetapi data berkata seperti itu," tuturnya.
Bahkan kata ARD menurut pemantauannya ditengah wabah ini diperkirakan hingga akhir April 2020, sekitar 30 ribu karyawan perusahaan terancam dirumahkan. Berdasarkan data terakhir perusahaan di Subang sudah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada tujuh ribu karyawan. "Dan 14 ribu karyawan telah dirumahkan," imbuhnya.
Oleh karena itu Apindo tengah memikirkan upaya terbaik supaya perusahaan di Subang bisa diselamatkan.
Sedangkan kaitannya dengan upah karyawan tengah dilakukan perundingan bipartit. "Masing-masing dibahas PUK buruh dengan perusahaan untuk mencari kesanggupan masing-masing. Bantuan dari perusahaan mungkin akan diberikan 50% sampai 75%," jelasnya.
Untuk itu dia mengingatkan khususnya yang di PHK sesuai dengan anjuran Kementerian Tenaga Kerja supaya segera melaporkan ke Dinas Tenaga Kerja untuk mendapat bantuan dari pusat selama tiga bulan. "Datanya bisa dikirim melalui e-mail atau dikirim ke disnaker," katanya.
Share on Google Plus

0 Comments:

Posting Komentar