Subang Pesan Masker dari Home-Industry

SUBANG - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penyebaran Covid-19  Kabupaten Subang telah menjalin kerjasama dengan perajin home-industry untuk memproduksi masker sebanyak 10 ribu buah. Dikatakan Sekretaris Daerah, Aminudin selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penyebaran Covid-19  Kabupaten Subang, menyebutkan masker tersebut dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan dikarenakan keberadaan masker sudah langka di pasaran. Karena barang yang akan dibeli tidak ada di pasar.
"Kita sudah memesan 10 ribu masker. Nanti kita akan sampaikan kepada orang-orang yang kita pandang. Karena kalau semua orang harus dibagi, jumlahnya sangat terbatas," ujar H. Amin aatau yang akrab disapa Kang H. Amin kepada wartawan dalam konferensi pers di kantor Badan Penanggulangan Bencana daerah kabupaten Subang, Selasa (24/3/2020).
Kemudian kata Kang H. Amin upaya lainnya ialah penyediaan pembersih tangan atau handsanitizer yang langka di pasaran. Upaya ini dilakukan dengan menjalin kerja sama dengan perusahaan swasta di Subang yang memproduksi 100 liter handsanitizer untuk dipergunakan di kawasan-kawasan umum.
Lalu melakukan penyemprotan disinspektan secara massal ke lokasi-lokasi perkantoran pemerintah, sekolah dan kawasan umum untuk menjaga kebersihan dengan menggunakan mobil pemadam kebakaran.
Kemudian kepala Dinas Kesehatan mengatakan mengenai rapid test akan memprioritaskan orang-orang yang memiliki mobilitas tinggi seperti para pejabat yang sering melakukan perjalanan dinas. "Seperti Bupati, Wakil Bupati dan pejabat lainnya 'kan beliau-beliau sering keluar," jelasnya.
Kata Kang H. Amin mengenai teknisnya akan dibicarakan lebih detail terkait waktu, tempat dan tindakan yang dilakukan pasca rapid test.
"Dalam waktu dekat akan beberapa yang harus dipersiapkan. Tidak bisa langsung spontan rapid test. Kita akan bicarakan mengenai agendanya waktu, tempat dan apa yang akan dilakukan selepas rapid test, nanti kita akan lakukan," jelasnya.
Dijelaskan juru bicara Gugus Tugas, dr. Maxi bahwa untuk lokasi rapid test akan dilakukan di tempat luas yang diatur supaya yang akan melakukan rapid test ditempatkan berjarak yang cukup. "Nantinya mereka (yang akan dilakukan rapid test) tidak ngumpul itu bahaya kalau berdekatan. Nanti kita akan tes di lapangan terbuka dan orang tidak ngumpul," bebernya.
Kemudian kata Aminudin pihak juga telah melaksanakan disinspektan ke kantor-kantor pemerintahan dan kawasan-kawasan umum untuk mengantisipasi penularan Covid-19 dan meningkatkan kebersihan lingkungan.
Kegiatan penyemprotan untuk hari ini akan dilaksanakan mulai pukul 10 malam.
Kemudian kata Aminudin, untuk mengantisipasi gejolak harga pihaknya juga mulai memantau pasar terkait adanya lonjakan harga pada sembako tertentu.
Kemudian dilaporkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dr. Nunung Suhaeri menyebutkan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Subang  hingga hari ini menangani Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 84 orang yang terdiri dari laki-laki 27 orang dan perempuan 57 orang. Secara kewarganegaraan WNI sebanyak 73 orang dan WNA sebanyak 11 orang.
"Yang sudah selesai diperiksa dan dipastikan sehat sebanyak 39 orang dan tersisa 45 orang yang akan dilakukan pemeriksaan secara berurutan," tuturnya.
Kemudian mengenai jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 8 orang berjenis kelamin laki-laki semua. "Dua orang diantaranya telah selesai dinyatakan sembuh," katanya .
Selanjutnya ketika ditanya mengenai kegiatan di tempat ibadah yang rutin dilakukan, kata Aminudin setelah berdiskusi kemudian menyatakan bahwa di Subang masih memungkinkan untuk kegiatan di tempat ibadah.
Share on Google Plus

0 Comments:

Posting Komentar