Pesan PB NU: Hampir Satu Abad Kiprah NU Harus Begini

SUBANG - Bupati Subang, H. Ruhimat atau yang biasa disapa Kang Jimat mengapresiasi kehadiran organisasi Nahdlatul Ulama (NU) sebagai modal bangsa dalam pembangunan khususnya di Kabupatén Subang. Hal tersebut diutarakan dalam Peringatan  Harlah ke-94 M/97 H NU dan Harlah ke-74 Muslimat NU yang berlangsung di alun-alun Subang, Rabu (11/3/2020).
Kemudian kata Kang Jimat diusianya yang hampir satu abad merupakan usia yang cukup panjang. "Bagi sebuah organisasi tentunya telah ditempa berbagai tantangan dan yang membuat NU semakin matang kokoh dan berdiri sebagai salah satu organisasi terkemuka di Indonesia," ujarnya.
Kemudian kata dia, NU dan Muslimat NU harus ditopang dengan kepengurusan yang solid, tangguh dan memiliki integritas yang tinggi. "Didukung pula oleh partisipasi kiyai, santri, anggota seluruh elemen masyarakat Kabupaten Subang agar NU terus berkiprah di tengah-tengah masyarakat kabuoatrn Subang. NU dan Muslimat harus terus berkiprah di tengah-tengah masyarakat sebagai solusi untuk menjaga akhlakul karimah, nilai-nilai keagamaan dan pemersatu Bangsa" Kang Jimat.
Kata Bupati kehidupan Global yang terasa semakin komplek, nilai luhur dan akhlaq mulia terkikis oleh derasnya arus informasi yang mudah diakses, untuk itu kiranya perlu upaya bersama guna menyelamatkan diri sendiri, keluarga dan lingkungan dari degredasi moral agar dapat selamat dan bahagia hidup didunia maupun akhirat.
Dalam akhir sambutannya kang jimat berpesan mengajak kepada seluruh warga NU dan seluruh masyarakat Subang agar menjunjung tinggi nilai-nilai luhur agama dan bangsa serta aktif dalam mendukung program pembangunan di kabupaten Subang menuju Subang Jawara, Jaya, istimewa, sejahtera.
Ketua PC NU Kabupaten Subang, KH. Satibi, S.Pd.I, MM, mengungkapkan bahwa dibawah kepemimpinan Kang Jimat dan Kang Akur, kegiatan yang diselenggarakan oleh NU selalu bisa ditopang.
Dilaporkan Ketua Panitia, KH. Toto Ubaidilah Haz kegiatan dihadir 12.000 peserta yang hadir turut serta memeriahkan di alun-alun Subang.
Peringatan Harlah ini mengambil tema: "Meneguhkan Kemandirian NU untuk Perdamaian Dunia". Dengan menghadirkan Ketua Pengurus Besar (PB) NU, KH. Marsudi Syuhud.
Kemudian sambutan Ketua PWNU Jawa Barat, KH. Hasan Nuri Hidayatullah mengatakan bahwa saat ini NU tengah melaksanakan program memandirikan NU dengan dasar ajaran Rasulullah Saw. "Hal ini sesuai dengan langkah PBNU hasil muktamar dengan program kemandirian," katanya.
Sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang lahir sebelum kemerdekaan RI, organisasi NU memiliki andil besar dalam perjuangan bersama umat Islam dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Lalu dalam tausiyahnya Ketua PBNU, KH. Marsudi Syuhud menyampaikan organisasi NU mendapatkan nikmat yang besar usianya memasuki hampir satu abad. "Eksistensi NU yang memsuki usia hampir satu abad adalah nikmat besar," katanya.
Bahkan NU selama ini telah berperan bukan saja sebatas Indonesia tetapi dunia. "Sesuai dengan lambangnya yaitu  bola dunia sebagai simbol bahwa lahan dakwah NU bukan hanya Subang atau Indonesia saja. Tetapi dunia," katanya.
Oleh karena itu kata dia NU harus bisa mencerminkan kehidupan bangsa yang mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat dari urusan lahir sampai meninggal.
Kemudian dia berharap supaya tetap teguh menjaga ruh perjuangan organisasi. "Jangan terpengaruh oleh hal-hal baru yang tidak sesuai. Tetapi harus memberikan manfaat yang besar kepada umat," ujarnya lagi.
Kemduian KH. Marsudi bahwa orang NU harus memberikan manfaat seperti halnya semut dan tawon. "Semut sebagai makhluk lecil tetapi mampu hidup bersama dan bisa membuat jalan yang sambung menyambung tanpa putus lalu membangun bangunan besar sebagai sarangnya," ujarnya berumpama.
Lalu kehidupan tawon, kata dia yang mampu terbang jauh tetapi kembali ke sarangnya dengan membawa manfaat untuk sarangnya. "Begitu juga dengan anggota NU harus mampu terbang jauh. Tetapi harus kembali memberikan manfaatnya kepada umat," tuturnya.
Pesan selanjutnya kata KH. Marsudi ialah kita harus mampu menjaga warisan para ulama, yaitu pesantren. "Karena jika terjaga ulamanya maka Indonesia ikut terjaga," katanya lagi.
Kegiatan turut dihadiri Wakil Bupati Subang, Agus Masykur (Kang Akur) didampingi Sekretaris Daerah (Sekda), Drs. Aminudin dam kepala OPD Kabupaten Subang serta jamaah, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Pengurus Besar NU wilayah Jawa Barat, Muspida kabupaten Subang, Wakil ketua PKK Kabupaten Subang, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten subang dan NU Muslimat beserta jajaran.
Share on Google Plus

0 Comments:

Posting Komentar