Gagal Panen, Petani Subang Dapat Bantuan

SUBANG - Bupati Subang, H. Ruhimat atau yang biasa disapa Kang Jimat mengapresiasi kesigapan Dinas Pertanian Kabupaten Subang dalam menangani masalah gagal panen (puso) akibat banjir yang terjadi di Pantura Subang beberapa lalu. "Khususnya  di Desa Rancaasih Patokbeusi ini," ujarnya dalam sambutannya saat penyerahan Bibit di Rancaasih Patokbeusi Subang, Jum'at (20/3/2020).
Adapun luas sawah yang terkena Banjir Dan Mengalami Gagal panen seluas 90 hektar yang dikelola oleh 3 kelompok tani.
Sebagai salah satu bentuk kepedulian "kadeudeuh" bagi masyarakat yang terkena dampak banjir yang mengakibatkan gagal panen, pada kesempatan hari ini Pemerintah Daerah Kabupaten Subang memberikan bantuan 2.250 kilo gram benih inbrida.
"Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat yang mengalami gagal panen pada awal tahun ini," imbuhnya.
Bantuan benih inbrida diberikan kepada Kelompok Tani Sekarwangi II, Mekar Rahayu I, dan Mekarwangi. masing-masing mendapatkan 25 kg per hektar atau 750 kg benih inbrida.
Kata Kang Jimat, dalam menangani permasalahan banjir di Kabupaten Subang khususnya wilayah Pantura, Pemerintah Daerah Kabupaten Subang terus melakukan upaya penyelesaian dengan berbagai cara. "Perbaikan infrastruktur akan kami lakukan dengan berkoordinasi dengan pihak provinsi maupun pusat," katanya.
Karena sambungnya ini merupakan tugas bersama sehingga dalam menyelesaikan permasalahannya pun harus diselesaikan bersama. "Termasuk seluruh petani di Kabupaten Subang saya menghimbau agar menjaga lingkungan, menjaga seluruh infrastruktur yang ada serta aktif menanam pohon dan membuang sampah pada tempatnya," tuturnya.
Kang Jimat berharap kejadian banjir menjadi pelajaran berharga. "Mohon doanya agar banjir tidak terjadi kembali," pungkasnya.
Share on Google Plus

0 Comments:

Posting Komentar