Forum Pedagang Kecil, Pasar dan Kaki Lima Tagih Tanggung Jawab Pemerintah dan DPRD.

SUBANG - Ratusan Pedagang  yang berjualan  di tiga titik di janjikan akan Audien di Kantor DPRD hari Senin (2/3 /2020).

Para pedagang di tiga titik diantaranya para pedagang di belakang Candra, Pedagang Exs Pasar Inpres dan Pasar Panjang, mengaku kecewa merasa dibohongi Anggota DPRD  yang gagal melakukan Audien di Kantor DPRD.
Ketua Forum pedagang Kecil dan Kaki Lima, Wawan dan Yana, menjelaskan awal Para pedagang kembali berjualan di Pasar belakang Candra dan Pasar Panjang dikarenakan.

Para Pedagang yang di Janjikan untuk mengisi Kios di Blok 4 pasar Riantama, mengaku uang mm mukanya sudah Masuk namun kiosnya tidak dibangun.
"Sehingga akhirnya kami kembali berjualan di Eks Pasar Impres yang sekarang disebut Pasar Panjang dan Pasar di belakang Candra," ujar Yana dan Wawan kepada! Wartawan, Senin (2/3/2020).

Para pedagang mengaku kecewa dengan tidak terjadinya audien bersama DPRD, persoalan yang di rasakan oleh kami telah menimbulkan kerugian yang cukup besar, banyak para pedagang yang depresi, karena memikirkan banyak masalah.
Akibat adanya kebijakan Pemerintah yang tidah jelas sejak tahun 2002 penghancuran Pasar Inpres dengan dibangun Pasar Riantama, dan PT Riantama meninggalkan PR besar terhadap Sejumlah Para Pedagang yang telah memberikan DP akan dibangun Kios di Blok D (4).

Bahkan PT Riantama telah serah terima dengan Pihak Pemkab Subang.
Pemerintah Daerah Kabupaten Subang membangun Pasar Rakyat sejumlah kurang lebih 500 Kios dan tidak mampuh menampung ribuan Pedagang ,akibat tidak tertampungnya di Pasar Rakyat,s hingga Kembali ketempat semula bekas Pasar Impres dan Pasar belang Candra.
Pemerintah Daerah mencari Solusi dengan membangun Pasar Rakyat Sukamelang di Blok 4 dengan Jumlah 500 kios ,dengan dana APBD satu Rp.10 m ditambah APBD 2 Sebesar Rp.10 m.Setelah di huni oleh Para Pedagang dirasakan  ribuan Para pedagang yang berjualan di Pasar Rakyat bukan menambah Untung malah menjadi Buntung yang menjadi persoalannya Pasar Rakyat disatukan dengan Pasar Induk.

Pasar Induk beromset besar dengan menjual dengan harga murah, sedangkan para pedagang di Pasar Rakyat hasil membeli di Pasar Induk yang hanya berjarak terhalang dengan Jalan dan tempat parkir saja.
Sehingga banyak para pedang yang Gulung tikar akibat terlilit Hutang.
Share on Google Plus

0 Comments:

Posting Komentar