Tambah PAD, Ketua DPD Nasdem Sarankan Tarik 22 Mesin Gilas di Kecamatan. Ternyata ini Alasannya

SUBANG - Sebanyak 22  alat berat berupa mesin gilas pemberian dari Pemda Kabupaten Subang di era Bupati Eep Hidayat untuk 22 Kecamatan di Kabupaten Subang, diduga dijadikan ajang bisnis para Camat.
Mantan Bupati Subang, Eep Hidayat yang kini menjabat Ketua DPD Nasdem Kabupaten Subang  menyebutkan disaat menjadi Bupati Subang diakhir tahun 2004 Pemda Kabupaten Subang membeli 22 mesin gilas untuk 22 kecamatan.
Pada saat itu Pemerintah membeli alat berat satu unitnya senilai Rp500 juta lebih. "Tujuan dibelinya alat berat untuk Kecamatan dikarenakan persediaan alat berat di Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) saat itu masih terbatas sehingga harus berebut dan menunggu antrian cukup lama sedangkan pelaksanaan pembangunan di tingkat desa cukup mendesak," jelasnya sebagaimana dikutip Harian Pelita Online.
Akhirnya kata Eep terpikirkan membeli 22 mesin gilas untuk dibagikan ke 22 kecamatan karena pada saat itu masih 22 Kecamatan di Kabupaten Subang. Lalu karena luasnya wilayah Subang kemudian mekarkan menjadi 30 kecamatan. "Sampai saya berakhir jadi Bupati yang 8 Kecamatan belum memiliki mesin gilas," imbuhnya.
Saat ditanya 22 mesin gilas yang dikelola masing-masing kecamatan hanya dijadikan ajang bisnis para Camat, Eep tidak mebantahnya. "Memang benar 22 mesin gilas sekarang hanya dijadikan ajang bisnis para Camat semata, bahkan ada laporan mesin gilas yang di Kecamatan Jalancagak sampai disewa oleh daerah Wanayasa kabupaten Purwakarta" katanya.
Eep pun menyebutkan disaat jadi Bupati Subang, setiap desa di beri bantuan aspal 20 drum untuk pembangunan jalan desa di masing desanya, kemudian setiap SD mendapat bantuan Rp45 juta untuk rehab ruang kelas setiap tahunnya.
Dan cara mengerjakan wajib pada saat itu dikerjakan dengan cara bergotong Royong. "Bahkan mesin gilas pun tidak boleh disewakan kepada pihak pemborong hanya dikhususkan untuk pembangunan jalan desa yang berada di wilayah kecamatan tersebut.
Sekarang setelah tidak adanya bantuan aspal dari pemerintah, dikarenakan adanya bantuan dari pemerintah pusat yakni Dana Desa (DD) itu sangat cukup besar seharusnya dilaksanakan pembangunannya dengan cara gotong royong juga.
Akan tetapi pada kenyataanya hanya dilaksanakan oleh pamong desa dan alat beratnya pun harus menyewa kepada kecamatan. "Persoalannya sekarang dikemanakan uang hasil menyewakan alat berat mesin gilas tersebut," tanyanya.
Bahkan Eep mengaku banyak menerima pengaduan dari warga mesin gilas bukan hanya disewakan ke pemerintahan desa malah disewakan kesetiap pemborong bahkan keluar kabupaten.
Eep menyarankan kepada Bupati untuk menarik pengelolaan mesin gilas yang ada di 22 Kecamatan untuk dikelola dinas PUPR langsung. "Agar mesin gilas terurus dan ada masukan PAD ke pemerintah daerah," ujarnya lagi.
Apalagi belakangan ini pemerintah daerah sering mengalami krisis keuangan, akibat tidak tercapai target PAD. "Jika 22 Mesin Gilas yang yang berada di Kecamatan di Tarik dan di kelola langsung PUPR yakin akan menambah pendapat PAD Subang," tegas Eep Hidayat.
Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Subang Aminudin, mengatakan berterima kasih atas saran dan masukannya dari Mang Eep Hidayat.
Menurut Sekda Aminudin akan berkordinasi terlebih dahulu dengan Kepala Dinas PUPR. "Pastinya kami akan memverifikasi terlebih dahulu, alat berat mesin gilas yang berada di 22 Kecamatan" katanya.
Kerena mendengar ada beberapa Mesin Gilas yang sudah rusak akan dicek terlebih dahulu antara mesin gilas yang masih bagus dan yang rusak. "Nanti kita lihat tekniknya seperti apa, dan yang jelas akan dimintai pertanggungjawaban para camatnya," pungkasnya. (harianpelita.co)
Share on Google Plus

0 Comments:

Posting Komentar