Salurkan Bantuan, PT. DAHANA Tembus Daerah Terisolir

SUBANG - PT. DANAHA (Persero) melalui PKBL-nya memberikan bantuan kepada korban banjir yang melanda Desa Muara, Kecamatan Blanakan, Subang.   Bersama-sama dengan BPBD dan Komunitas Pajero Kabupaten Subang, bantuan diserahkan langsung kepada masyarakat pada Kamis, 27 Februari 2010.
Sepanjang Februari 2020, Kabupaten Subang dilanda hujan deras dengan curah yang sangat tinggi, hal ini membuat air menggenangi jalan-jalan, perumahan, sawah dan fasilitas publik milik warga. Menurut data BPBD ada 12 kecamatan yang terdampak banjir yakni Sukasari, Pamanukan, Legon kulon Tambakdahan, Binong. Kemudian banjir juga terjadi di Kecamatan Pagaden, Purwadadi, Pusakanegara, Pusakajaya, Compreng, Ciasem serta Blanakan.
Usai memberikan bantuan kepada warga Kecamatan Pamanukan pada Rabu 26 Februari 2020, Perusahaan yang bergerak di industri bahan peledak itu terus berusaha menjangkau korban banjir lainnya.  Kali ini diwakilkan langsung oleh Ketua PKBL DAHANA, Eman Suherman menyerahkan bantuan kepada Ketua RT 1, 2, dan 3 Kampung Sindang Laut, Desa Muara, Kecamatan Blanakan.
Luasnya areal banjir yang menenggelamkan 14 ribu rumah serta 8.149 hektar sawah serta air yang masih tinggi membuat konsentrasi bantuan belum menjangkau semua wilayah. PT DAHANA (Persero) mengambil inisiatif untuk membantu warga yang masih terisolir dari bantuan seperti yang dihadapi masyarakat Desa Muara, Blanakan.
"Saya sangat berterima kasih atas bantuan dari DAHANA, karena bantuan ini merupakan bantuan pertama yang diterima warga kami. Daerah kami terisolir jauh dari jangkauan bantuan yang masih berpusat di Pamanukan padahal daerah kami tak kurang parahnya," ungkap Nana Ketua RT 1 Kampung Sindang Laut, Blanakan.
Hingga kini status banjir Subang masih berada dalam kondisi siaga darurat, hal ini disebabkan oleh intensitas hujan yang masih tinggi. Menurut Kepala BPBD Kabupaten Subang Hidayat, banjir ini disebabkan oleh beberapa hal seperti luapan sungai yang diakibatkan oleh pendangkalan dan penyempitan serta kurangnya daerah resapan air di daerah rawan banjir.
Pendangkalan dan penyempitan sungai yang disebabkan oleh sedimentasi baik lumpur dan sampah serta kiriman air dari hulu membuat Subang mudah terdampak banjir. Eman Suherman berharap banjir yang melanda Kecamatan Blanakan cepat surut.
"Kami berharap hujan dapat reda, banjir dapat selesai, dan masalah masyarakat dapat teratasi dengan baik," ujar Eman.  (Ist/yz)
Share on Google Plus

0 Comments:

Posting Komentar