Niskala Putri Galuh Pakuan yang Multitalenta

Niskala Riksa Sunda tengah Menjalani Latihan Muaythai

SUBANG - Niskala Riksa Sunda Silviadi (8), puteri Raja Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi, tdak hanya piawai dalam seni tari Jaipong. Tetapi juga dalam hal bela diri, dan olah raga yang menantang adrenalin.
Niskala, yang akrab disapa Nay Sunda, sempat menjadi delegasi yang mewakili Indonesia di ajang Junior Chamber International (JCI) (JCI) di Korea Selatan, Juli 2019 silam. Kini Nay Sunda juga terjun menjadi atlit muaythai, yang siap mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Muaythai Junior akhir Februari 2020 di Bogor, yang bertanding di kelas pemula.
Ibu kandung Nay Sunda, Ratu Agung LAK Galuh Pakuan Ambu Indung Budak Novitanti Maulani mengatakan, sebelumnya Nay Sunda juga aktif di arung jeram, dan sekarang direkrut oleh Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), menjadi atlit panjat tebing.
"Alhamdulillah, Nay Sunda tidak hanya aktif dalam seni, tetapi juga aktif dalam olahraga bela diri, dan olahraga yang memicu adrenalin. Seperti arung jeram, dan panjat tebing," ujar Noviyanti kepada wartawan di Subang, Senin (10/2/2020).
Menurut Noviyanti, darah seni mengalir dari dirinya, sedangkan untuk bela diri dan olahraga yang memicu adrenalin, dari bapaknya.
"Ada pepatah Sunda yang mengatakan,  bahwa uyah mah moal téés ka luhur (Garam tidak akan meleleh ke atas), atau buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya. Jadi darah orang tua itu sangat kuat diturunkan ke anaknya," imbuhnya.
Noviyanti menyebutkan, keinginan Nay Sunda, yang aktif di seni dan olahraga tersebut, tanpa intervensi dari siapapun, termasuk dari kedua orang tua. Tetapi merupakan keinginannya sendiri.
"Aktif di seni dan olahraga itu, merupakan keinginanannya sendiri tanpa ada paksaan dari saya selaku ibunya, atau dari Raja selaku ayahnya," tegas Noviyanti.
Sementara itu, melihat aksi Nay Sunda saat latihan muaythai, begitu energik dan penuh semangat, pukulan maupun tendangannya terus bertubi-tubi menghantam latih tandingnya. Sehingga memukau setiap orang yang melihatnya, seperti atlit muaythai yang sudah profesional.
Saat berlatih di olahraga arung jeram, tidak sedikitpun takut dengan air sungai Cipunagara, yang begitu derasnya, Nay Sunda terlihat santai, dan mengayuhkan dayung untuk mengatur laju perahu dari hantaman gelombang air sungai.
Begitupun ketika berlatih di venue panjat tebing, Nay Sunda pun tidak terlihat risih, dan takut, panjatannya pun terlihat seperti atlit panjat tebing yang sudah berpengalaman. Padahal Nay Sunda baru saja direkrut oleh FJTI Kabupaten Subang. Bahkan di season latihan di panjat tebing, merupakan yang pertama kali berlatih.
Lihat saja prestasi apa yang bakal ditorehkan Nay Sunda di Kejurnas Muaythai Junior di Bogor nanti. Semoga saja berhasil, dan mampu membawa nama baik Galuh Pakuan, Subang dan Jawa Barat. (Ist)
Share on Google Plus

0 Comments:

Posting Komentar