Ormas Subang Adukan Masalah PT. Taekwang

SUBANG - Peningkatan jumlah karyawan di PT. Taekwang Indonesia menjadi permasalahan yang diadukan Garda Bangsa kepada Pemda Kabupaten Subang. Menurut mereka peningkatan jumlah karyawan yang sampai 27 ribu orang kurang memberikan dampak lapangan kerja kepada masyarakat sekitar Cibogo. "Sedangkan dari hasil survai menunjukkan hanya 13% warga Subang yang diterima di Taek Wang," ujar Ketua LSM Garda Bangsa, Mubarok saat beraudiensi di Ruang Rapat Bupati Subang, Kamis (23/1/2020).
Dalam audiensi diterima oleh Wakil Bupati Subang, Agus Masykur yang didampingi Asda 2, Kepala Dinas Perhubungan dan Kepala Badan Kesbangpol, selaku Moderator.

Kekhawatiran lain kata Mubarok ialah  dugaan maraknya perilaku seks menyimpang di sekitar pabrik.
Kemudian masalah kemacetan yang ditimbulkan akibat kegiatan di sekitar lokasi Pabrik terutama pada saat pergantian jadwal pekerja.

Selanjutnya mempertanyakan pertimbangan teknis (Pertek) tentang perluasan pabrik.

Wakil Bupati menyatakan bahwa dirinya sudah menyampaikan supaya merubah jadwal kerja pegawai pabrik maksimal pukul 6 pagi. "Jadi tidak terjadi penumpukan secara bersamaan dengan aktifitas masyarakat lainnya. Berkaitan dengan rekayasa lalu-lintas," jelasnya.

Sebagai upaya mengurai kemacetan kata Wakil Bupati, Pemda Kabupaten Subang sudah merencanakan membuat jalan lingkar ke arah Cilameri.

Sedangkan mengenai pasal peralihan pada Perda RTRW dijelaskan bahwa  pasal itu untuk beberapa daerah berdirinya pabrik di luar zona yang diharuskan. "Jadi bukan hanya untuk PT. Taekwang saja," katanya.
Mengenai jumlah pekerja, kata Wakil Bupati pihaknya mendapat informasi pabrik tersebut memiliki target pekerja sampai 60 ribu pegawai.
Soal dugaan perilaku seks menyimpang, kata Wakil Bupati dirinya sering mendapat masukan melalui media sosial.

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers