Inilah Jejak "Sunda Empire'" di Subang

SUBANG – Setelah ditelusuri oleh pihak Badan Kesatuan Bangsa dan Politik atau Kesbangpol Kabupaten Subang, bahwa Subang Development Committee atau Subang DEC memiiliki keterkaitan dengan Sunda Empire. Menurut Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Subang, Udin Jazudin pengakuan ini diperoleh setelah Tim Kesbangpol mendatangi Sekretariatnya yang berlokasi di Bantarsari Cijambe. "Kedatangan kami Tim Kesbangpol diterima langsung oleh Ketua Subang Dec dan Sekretarisnya yang kemudian membenarkan memiliki hubungan dengan Sunda Empire. Bahkan mereka mengakui bahwa dalam kegiatan Sunda Empire di areal Isola Bandung mereka menjadi bagiannya," jelas Udin, Rabu (22/1/2020).
Lalu kata Udin mengenai bedanya nama menurut pengakuan pengurus menyebutkan mereka ingin mandiri. Tetapi dalam kegiatannya sesuai arahan Petinggi Sunda Empire di Bandung.
Dari kegiatan dan perekrutan anggota Subang Dec diperkirakan memiliki anggota sebanyak 300 orang yang tersebar di Kabupaten Subang. Mereka juga menjanjikan gaji antara 600 ribu sampai 3 juta rupiah bergantung tingkat jabatannya. "Setelah mereka menyerahkan data berupa KTP. Namun hingga kini kami tidak menemukan adanya aktifitas pemungutan uang dari anggota oleh pengurus Subang Dec," ujar Udin.
Mengenai perijinannya di Badan Kesbangpol akan berakhir pada April 2020 mendatang. Mereka mengakui apabila tidak ada lagi kegiatan akan membubarkan diri.
Kemudian menurut Sekretaris Badan Kesbangpol, Uyus Ruslan pihaknya sempat meminta keterangan kepada Kepala Desa Sukahurip, Deni Setiawan. dari informasi yang diperoleh membenarkan adanya aktifitas Subang Dec yang mengajak atau rekrutmen kepada masyarakat. "Termasuk kepada kepala desanya. Tetapi oleh kepala desa ditolak. Bahkan mengingatkan kepada masyarakat supaya tidak terobsesi oleh angan-angan yang tidak jelas," kata Uyus.
Kata Uyus dirinya meminta keterangan dari Kepala Desa Sukahurip karena walaupun sekretariat berada di Bantarsari tetapi keberadaan Sekretariatnya lebih dekat ke Desa Sukahurip.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Bantarsari, Said Supendi yang menyebutkan pihaknya mengingat kepada warga supaya tidak mudah tergiur oleh iming-iming yang ditawarkan. "Tetapi malah kami – Kepala Desa – yang dicibir warga yang katanya kenapa Lurah menghambat pihak yang mau memberikan uang tiap bulan kepada warga," kata Said.
Ketika ditanyakan mengenai kegiatan kata Said tidak ada melakukan apapun. "Walaupun mereka menyebutkan 'Bang Dec untuk Kemanusiaan' mereka menyatakan apabila ada masalah besar mereka siap membantu. Tetapi hingga kini tidak ada kegiatan apapun," paparnya.

Disclaimer Wa Satria

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers