Cegah dan Tanggulangi Karhutla TNI AU Kembangkan Ini

SUBANG – Untuk melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan pihak TNI AU berhasil mengembangan teknologi water bombing menggunakan bola-bola air yang dijatuhkan di lokasi yang berpotensi maupun lokasi yang mengalami kebakaran hutan atau lahan. Teknologi ini diapresiasi baik oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB. Dikatakan Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo dengan teknologi ini bisa menekan luas hutan/lahan yang terbakar serta nilai kerugian yang diderita.
Dibandingkan dengan tahun 2015, luas lahan dan nilai kerugian menurun secara signifikan, yaitu dari luas lahan 2,6 juta ha dengan jumlah titik api sebanyak 21.929 ha dan kerugian ekonomi 16,1 milyar US dólar dan pada periode 2016-2019 luas lahan 1,6 juta ha dan jumlah kerugian ekonomi 5 milyar US dólar. "Maka kami harap dengan adanya teknologi (watre bombing dengan bola air) ini bisa menambah keefektifan dalam penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan," ujarnya kepada wartawan usai menyaksikan peragaan water bombing di Pangkalan Udara (Lanud) Suryadarma Kalijati Subang Jawa Barat, Jum'at (17/1/2020).
Kemudian kata Doni sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, upaya ini juga akan dilakukan sebagai pencegahan terutama di lahan-lahan gambut yang sangat rawan kebakaran. "Teknologi water bombing mengunakan bola-bola air cukup efektif membasahi lahan lebih dalam dibandingkan dengan teknologi water bombing lainnya," tuturnya.
Sementara itu menurut Kepala Staf AU, Marsekal TNI AU Yuyu Sutisna teknologi ini akan disertfikasi oleh Lembaga Keselamatan Terbang dan Kerja (Labangja) TNI AU supaya lebih aman dan efektif saat digunakan dilapangan.
"Kita melalui Dinas Labangja akan dipelajari untuk disertifikasi," ujar Yuyu.
Dalam pelaksanaannya bekerjasama antara BPPT, Kementerian LHK, Kementerian PUPR dan pemerintah daerah.

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers