PKS Bicara Patimban sampai Opsisi

SUBANG – Sebagai imbas kehadiran Pelabuhan Internasional Patimban akan mempengaruhi dinamika sosial masyarakat Subang Jawa Barat. Oleh karena itu muncul wacana kepindahan pusat pemerintahan Kabupaten Subang. Dikatakan Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Barat, Ridwan Solichin pihaknya hingga kini masih melakukan kajian kepada kemungkinan tersebut.

"Kepindahan pusat pemerintahan itu ada beberapa indikator. Kalau kesulitan transportasi, dalam hal pelayanan dan lain sebaginya. Kalau selama ini tidak ada masalah kenapa harus pindah. Intinya Harus ada alasan yang menguatkan," tuturnya disela-sela kegiatan Reses I Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tahun 2019 di Subang Jawa Barat, Kamis (5/12/2019).
Karena kata dia mengenai kepindahan pusat pemerintahan itu mempengaruhi banyak aspek. "Masih dalam kajian untuk apakah perlu pindah atau tidak. Kita tidak serta merta untuk pindah ada banyak faktor yang sekiranya mempengaruhi mengenai anggaran, secara administrasi. (Makanya) masih dalam kajian," imbuhnya.

Kajian yang dilakukan pemerintah dalam hal pelayanan apakah sudah tidak bisa melayani sehingga harus pindah.
Trasnportasinya? Atau apakah lingkungannya sudah tidak mendukung. Ini juga masih dalam kajian.

Ridwan berharap wacana kepindahan pusat pemerintahan diapresiasi oleh rekan-rekan DPRD Kabupaten Subang.

"Kita juga mengharapkan teman-teman (DPRD Kabupaten Subang) juga harus mengapresiasinya. Dan kita (di DPRD Provinsi Jawa Barat) akan mendorong melakukan kajian terhadap hal tersebut," katanya.

Kemudian dia juga mengatakan tentang sikap PKS sebagai opisisi di pemerintahan yang disebutnya "Oposisi Penuh Cinta". "Sikap kita oposisi yang penuh cinta kepada kepada NKRI," katanya.

Lalu dia menuturkan tentang upaya penguatan kader dengan membangun komunikasi yang baik termasuk komunikasi dengan pemerintah. Menurut dia tantangan selama ini yang perlu diperbaiki ialah komunikasi untuk memperkuat partai. "Tantangan kurangnya komunikasi yang intensif. Diharapkan Bakorwil. Mengimbau DPD supaya mempermudah keanggotaan. Berkaitan dengan mencetak kader sebanyak 15 ribu atau 20% terdaftar," tuturnya. (Ist)

Posting Komentar

0 Komentar