Kemenag Apresiasi Kiprah Galuh Pakuan kepada Pesantren

SUBANG - Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Subang H. Abdurrohim mengapresiasi upaya yang dilakukan Raja Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi, terkait Pondok Pesantren Al-Ikhlas Raudlatul Uluum dijadikan Desa Santri Berbasis Digital.
Hal itu seiring dengan program Kementerian Agama Pusat tentang Pesantren berbasis IT.
"Saat ini pondok pesantren digiring dan diharuskan berbasis IT, jadi apa yang sudah dilakukan Raja Galuh Pakuan, merupakan sinergitas antara kelembagaan adat karatwan dengan pondok peantren dan pemerintah pusat, guna meningkatkan mutu dan kualitas para santri nanti, setelah berbaur di masyarakat," ujar H. Andurrohim kepada wartawan di Subang, Minggu (24/11/2019).
Selain itu kata Abdurrohim, para santri saat ini sudah menggunakan digital yang diharapkan tingkat keterampilan dari para santri itu berkembang semakin maju, termasuk penguasaan bidang teknologi.
"Sudah waktunya IT ini dikenalkan dikalangan para santri, termasuk para siswa madrasyah, sehingga pomdok pesantren dan semua madrasayah di Subang bisa berkembang dan semakin maju," tegasnya.
Desa santri berbasis digital, dan pondok pesantren berbasis IT ini menurut Abdurrohim, para santri dan siswa madrasyah tidak hanya mampu menguasai IT, tetapi juga mampu menjadi seorang wirausahawan. Karena dengan IT itu, para santri khususnya bisa mengembangkan bidang pertanian, bidang perkebunan, bidang peternakan, termasuk di bidang menjahit dan berbagai keterampilan lainnya.
"Para santri kita arahkan ke sana, supaya ke depan memiliki jiwa wirausaha, dan mandiri, baik untuk pribadi maupun keluarga, untuk kesejahteraan kedepannya," jelas Abdurrohim.
Yang lebih utama lagi lanjut Abdurrohim dengan digital dan IT ini, para santri mampu menangkal setiap berita hoax, radikalisme dan terorisme, yang tentunya harus mendapatkan bimbingan dan arahan dari Ustadz atau Kiai, sehingga isu-isu yang menyesatkan, dan upaya pecah belah bangsa itu bisa ditangkal dengan baik dan efektif. (LAK Galuh Pakuan)

Posting Komentar

1 Komentar

  1. Subang harus menjadi pionir pengembangan pesantren di Jabar. Sebab, cikal bakal pesantren sesungguhnya diawali dari Subang dengan lahirnya Subang Larang...

    BalasHapus