Antara Game Online dan Game Tradisional

SUBANG – Keberadaan game online yang kian marak dan menimbulkan ekses negatif mengundang keprihatian. Diantaranya ekses kecanduan yang berakibat pada gangguan jiwa penggunanya yang umumnya anak-anak. Dikatanya oleh Guru Besar Universitas Jakarta (UNJ), Profesor Zainal Rafli kondisi ini menjadi dilema. "Yang menjadi masalah 'kan mereka menghabiskan waktu di-game online saja sehingga mereka menjadi kecanduan. Akibatnya banyak anak-anak yang saki jiwa. 'Kan itu yang jadi persoalan," tuturnya kepada penulis saat berjalan-jalan di Alun-Alun Subang Jawa Barat, Minggu (24/11/2019).
Namun kata dia kalau digunakan secara proporsional bisa berdampak baik jika diarahkan dengan tepat oleh orang tua. "Makanya orang tua juga perlu diberikan informasi pengertian dan mengatur waktunya dengan tepat," imbuhnya.
Sebenarnya keberadaan game on-line itu menjadi dilema. Makanya selain game on-line harus diperkenalkan juga dengan kegiatan lain misalnya dengan membaca buku atau melakukan permainan out-door dengan melibatkan pemain lain. "Kalau tidak diperkenalkan mereka akan menghabiskan waktunya untuk bermain game on-line saja," jelasnya.
Ketika diminta komentrarnya mengenai e-sport yang kini digalakkan oleh pemerintah, menurut Zainal digalakan atau tidak oleh pemerintah, anak-anak akan mencari sendiri. Maka dari itu lanjut dia Pemerintah harus mengambil peran pada keberadaan game on-line. "Untuk mengendalikan supaya tidak lepas begitu saja seperti kuda liar sampai mereka kecanduan habis. Misalnya mengedukasi dengan memperkenalkan membuat rambu-rambu apa yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan supaya tidak merusak (jiwa)," bebernya.
Makanya dia mengapresiasi adanya komunitas yang menyediakan ruang dan waktu untuk memberikan peluang kepada anak-anak untuk bermain permainan tradisonal. Salah satunya oleh "Komunitas Ilalang" Subang yang menyediakan permainan tradisional dan bacaan kepada anak-anak. Apalagi digelar di tengah keramaian saat liburan seperti Hari Minggu sekarang ini. Terlebih sarana bisa dipakai secara gratis.

Posting Komentar

0 Komentar