Strategi Berdayakan Desa Digital di Subang

(Ilustrasi/Internet)
SUBANG - Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan, menginisiasi pembentukan perusahaan bersama milik tiga desa dalam bentuk Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) Prakarsa Galuh, yang bergerak di bidang telekomunikasi desa digital.
Pembentukan Bumdesma Prakarsa Galuh tersebut, seiring dibangunnya desa digital di tiga desa yaitu di Desa Bantaraari, Cirangkong Kecamatan Cijambe dan di Desa Cupunagara kecamatan Cisalak Kabupaten Subang. Pembentukan Bumdesma Prakarsa Galuh ini dilakukan di Kantor Permata Galuh BTN Ciheuleut 5A Jalan Emo Kurniaatmadja No 47 Subang, Jum'at (11/10/2019) kemarin, yang dihadiri oleh 3 Kepala Desa yakini Kades Cupunagara, Kades Bantarsari dan Kades Cirangkong.
Kepala Desa Cupunagara Wahidin Hidayat menyambut positif dibentuknya Bumdesma Prakarsa Galuh tersebut, sebagai kekuatan Pemerintahan Desa, dalam mendongkrak perekonomian masyarakat desa, melalui pengelolaan telekomunikasi desa digital.
"Alhamdulillah, ini akan menjadi penyemangat bagi kami para Kepala Desa, dalam meningkatkan perekonomian masyarakat melalui Bumdesma Prakarsa Galuh ini, sekaligus dapat menggali potensi desa, sehingga mengangkat pemeberdayaan masyarakat di 3 desa  khususnya di Desa Cupunagara Cisalak," ujar Wahidin kepada wartawan di Subang, Sabtu (12/10/2019).
Wahidin mengatakan, pengusahaan jasa telekomunikasi desa digital ini, harus dikelola oleh perusahaan milik desa.
"Bumdesma Prakarsa Galuh nanti akan mengelola jasa telekomunikasi di tiga desa yang sudah menjadi desa digital," jelasnya.
Wahidin juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada semua pihak, khususnya Raja Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi, yang sudah mewujudkan desanya menjadi desa digital, sekaligus memprakarsai dibentuknya Bumdesma Prakarsa Galuh, karena dengan konsep kebersamaan ini mampu memandirikan dan mendaulatkan, sekaligus mensejahterakan masyarakat Desa Cupunagara khususnya, umumnya seluruh masyarakat desa se-Kabupaten Subang.
"Terimakasih Kang Raja, semua ini berkat kerjakeras yang didasari keikhlasan untuk membangun masyarakat desa melalui pemberdayaan yang dilakukan Kang Raja, yang memiliki keinginan kuat untuk memandirikan dan mendaulatkan, serta mensejahterakan masyarakat desa, semoga niat yang mulia Kang Raja beserta keluarga mendapat balasan yang berlipat dari Alloh SWT," pungkas Wahidin.
Sementara itu Patih Agung Galuh Pakuan Abah Renggo menjelaskan PT Bumdesma Prakarsa Galuh yang berbadan usaha akta notaris No. 07 tanggal 11 Oktober 2019, bergerak di bidang telekomunikasi, komoditas hasil pertanian dan peternakan, event organizer serta pariwisata.
"Bungadesma Prakarsa Galuh ini sengaja kita inisiasi untuk pengelolaan jasa telekomunikasi di 3 desa digital, termasuk mengelola hasil komoditas pertanian dan peternakan yang ada di 3 desa itu, event organizer, dan kepariwisataan," terang Abah Renggo.
Bumdesma Prakarsa Galuh ini kata Abah Renggo, mulai menapaki kerjasama dengan DKI Jakarta, untuk kebutuhan pangan mulai dari kebutuhan beras 3 ribu ton perhari, telor ayam 345 ton perhari, ayam 1 juta ekor perhari dan kebutuhan pangan lainnya.
"Alhamdulilah Bungadesma Prakarsa Galuh dipercaya untuk pengadaan kebutuhan pangan DKI, dan ini sangat luar biasa," katanya.
Abah Renggo menegaskan, dengan PT Bumdesma Prakarsa Galuh mampu memutus mata rantai tengkulak, termasuk kartel bisnis, sehingga harga beli DKI Jakarta bisa sampai ke desa tanpa perantara lain.
"Ini manfaat adanya desa digital, ketika ada transaksi untuk pemenuhan kebutuhan pangan DKI, sehingga harga beli DKI langsung ke masyarakat desa tanpa melalui perantara lain seperti tengkulak, terlebih jual beli itu tidak dikuasai oleh kartel bisnis," tegas Abah Renggo. (Ist)

Posting Komentar

0 Komentar