Perhatian Pemda Kab Subang pada Batik Khas Daerah

SUBANG – Dalam rangka melestarikan batik sebagai warisan dunia, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Subang memberikan perhatian terhadap pelestarian model batik khas Subang. Diantaranya dengan menerbitkan Peraturan Daerah atau Perda Nomor 5 tahun 2016 yang memberikan perlindungan pada disain batik khas Subang.
Dikatakan Kepala UPTD Museum, Khadar Hendriansyah upaya tersebut sampai sekarang telah sampai mengembangkan model corak yang mewakili budaya masyarakat Subang yang terdiri dari masyarakat pegunungan sampai masyarakat Pantura.
"Corak Batik Khas Subang, motifnya ada batik purba, batik ganas/nanas batik ikan, sulur-sulur yang mencerminkan budaya masyarakat dari selatan sampai pantura. Semua budaya dicover," katanya kepada Reporter Jabar, Rabu (2/10/2019).
Lalu dia mengungkapkan harapan dengan terbitnya Perda ini selain melindungi keberadaan Batik Khas, sekaligus memberikan manfaat secara ekonomi kepada Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM) di Subang. "Nanti semua UMKM bisa dihidupkan dengan batik ini. Dibuat oleh Urang Subang dibeli oleh Subang," ujarnya.
Sedangkan antusias warga Subang terhadap batik sangat tinggi. Hal ini terpantau saat Hari Batik, siswa sekolah yang mengenakan batik. Baik guru siswa sampai pegawainya.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap batik, Ponco salah seorang warga Dangdeur bahkan sampai menyarankan untuk menambah waktu pemakaian batik untuk ASN atau Siswa dari seminggu sekali menjadi 2 kali.
"Kalau bisa untuk mengenakan batik ditambah jadi 2 hari dengan Hari Jum'at misalnya," ujarnya. (Satriya)
Share on Google Plus

0 Comments:

Posting Komentar