Penyelesaian Ideal Papua ialah Pendekatan Adat Karena Butuh Ini

Elshinta.com– Untuk menyelesaikan masalah Papua yang kini terjadi ialah dengan melakukan pendekatan budaya melalui adat-istiadat. Dikatakan Raja Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan, Rahiyang Mandalajati Evi Silviadi pendekatan adat-istiadat dengan mempersamakan. Kemudian secara adat senantiasa membangun komunikasi dengan suku-suku di Papua.

"Yang bisa menyelesaikan Papua itu sebenarnya pendekatan-pendekatan budaya melalui pendekatan adat-istiadat. Seperti yang sekarang kami lakukan senantiasa membangun komunikasi dengan kepala suku di sana," ujarnya kepada Awak Media, Sabtu (5/10/2019).

Dengan pendekatan adat-istiadat melalui komunikasi, secara umum antara masyarakat Papua dengan masyarakat Sunda  atau Jawa Barat bisa saling menitipkan.

Akhirnya ketika ada orang Papua datang ke sini (Jawa Barat) pasti mereka (Orang Papua) itu ngomong (menghubungi ke sini) untuk menitipkan. Kami setiap hari komunikasi ke sana. Saling bersapa menanyakan keadaan di sana.

Dari komunikasi terakhir kata Evi mendapat informasi bahwa permasalahan yang sebenarnya adalah banyaknya HOAX yang membuat kehidupan di sana menjadi tidak aman.

Kata Evi yang dibutuhkan masyarakat Papua sebenarnya ialah pengakuan eksistensi secara menyeluruh. "Mereka bukan butuh jalan yang bagus. Tetapi mereka butuh dimanusiakan. Kita tidak boleh rasis. Ketika terjadi hal-hal seperti ini berarti ada 'selang yang tidak nyambung' antara keinginan Papua dengan Pemerintah Pusat. Toh ketika didekati secara personal atau adat-istiadat tidak ada masalah," jelasnya.

Kemudian kata Evi mereka menitipkan keinginan berkomunikasi dengan Presiden untuk menyelesaikan masalah ini.

Share on Google Plus

0 Comments:

Posting Komentar