Memandirikan Masyarakat dengan Desa Digital Berbasis Pesantren

SUBANG - Raja Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi merekomendasikan Pondok Pesantren Al-Ikhlas Raudhatul Hasanah Kasomalang Subang, sebagai percontohan desa dan pesantren berbasis digital di wilayah Subang Jawa Barat.
Oleh karena itu Pimpinan Ponpes Al-Ikhlas Raudhatul Hasanah Kasomalang, Ustadz Atep Abdul Ghofar menyambut positif atas direkomendasikannya Ponpes Al-Ikhlas Raudhatul Hasanah menjadi percontohan "Desa Digital" berbasis pesantren. "Saya sampaikan ucapan terima kasih kepada Kang Raja Galuh Pakuan, yang sudah merekomendasikan Ponpes yang saya pimpin ini, sebagai percontohan "Desa Digital" berbasis pesantren, untuk wilayah Kecamatan Kasomalang dan Jalancagak," ujar Ustadz Atep kepada wartawan di Subang, Selasa (1/10/2019).
Atep menyatakan, dirinya siap menyukseskan program "Desa Digital" dan semua program yang diinisiasi Raja Galuh Pakuan masuk ke Subang, karena pada dasarnya, semua program itu akan mampu memandirikan, mendaulatkan masyarakat desa, sekaligus mensejahterakan masyarakat desa.
Maka dari itu kata Atep, dia sudah menyiapkan sebuah kantor untuk percontohan "Desa Digital" berbasis Pensantren, termasuk lahan untuk pengembangan program kawasan desa berbasis rempah, bank domba, dan program ketahanan pangan yang sudah dikerjasamakan dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, semuanya berada di satu areal Pondok Pesantren Al-Ikhlas Raudhatul Hasanah Kasomalang, sesuai tawaran Raja Galuh Pakuan.
"Kami siap mendukung sepenuhnya, apa yang sudah disampaikan Kang Raja Galuh kepada saya, karena para santri dan masyakarat dilingkungan Ponpes Al-Ikhlas Raudhatul Hasanah pada khususnya ingin mandiri dan berdaulat, serta sejahtera, sesuai keinginan yang disampaikan Kang Raja Galuh," katanya.
Selain infrastruktur yang sudah disiapkan Ustadz Atep, juga sumberdaya manusia (SDM) masyarakat desa yang akan menjadi pandu desa juga sudah siap untuk mengikuti pelatihan pandu desa di Desa Manadala Mekar Tasikmalaya.
"Kami juga sudah menyiapkan 5 orang untuk pandu desa digital itu, dan mereka siap dikirim ke Desa Mandala Mekar Tasikmalaya, untuk mengikuti pelatihan di sana, karena ke 5 pandu desa digital itu nantinya akan memandu kelancaran jaringan internet desa digital berbasis pesantren, kepada warga masyarakat di 2 Kecamatan yakni Kasomalang dan Jalancagak," pungkas Atep.
Selain Ponpes Al-Ikhlas Raudhatul Hasanah Kasomalang yang dijadikan percontohan "Desa Digital" berbasis pesantren itu, sebelumnya juga Raja LAK Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi sudah merekomendasikan Ponpes Darul Falah Cisalak Pimpinan Ustadz Ridwan Hartiwan.
Sehingga dengan begitu di Subang, ada dua Ponpes yang dijadikan pilot projek "Desa Digital" berbasis Pesantren, yang nantinya ponpes-ponpes yang lainnya bisa menyusul. (Ist)
Share on Google Plus

0 Comments:

Posting Komentar