Duta Baca Anak Jawa Barat Ajak Cintai Buku

SUBANG – Keberadaan buku sebagai sumber ilmu pengetahuan masih sangat dibutuhkan walaupun kehadiran gawai (gadget) berupa telepon genggam cerdas (Smartphone). Oleh sebab itu bagi Rameyza Athira Syafiqa (12 tahun) sebagai Duta Baca Anak Jawa Barat mengajak supaya lebih megutamakan buku sebagai sumber bacaan. "Buku itu lebih asyik daripada gadget. Bagi saya bukan berarti gadget gak penting. Tapi kalau untuk (bahan) bacaan buku itu lebih enak digunakan mendapatkan pengetahuan," jelasnya saat ditemui ditengah sosialisasi Literasi di Alun-Alun Subang, Minggu (20/10/2019).
Bagi dia buku adalah "sahabat" yang selalu hadir. Bahkan dia banyak mengoleksi buku-buku ilmu pengetahuan alam yang berhubungan dengan sebab-akibat. Seperti bagaimana awal mula kejadian hujan dan pada psikologi.
"Bagi saya buku itu 'sahabat' yang selalu ada kalau butuhkan. Bahkan bagi saya buku itu lebih penting daripada model baju. (Model) baju mah gitu-gitu aja tapi kalau buku itu beda," jelasnya
Sejak awal kata Meyza – sapaan akrabnya – dia sangat mengagumi para ilmuan penemu. "Saya sangat mengagumi para tokoh penemu. Sempat terbersit ingin seperti mereka yang ulet dalam menekuni ilmu pengetahuan. Tapi saya bercita-cita ingin jadi psikolog yang bisa menggali manusia dari sisi psikologinya," tutur murid SD Islam Al Amanah Cileunyi Bandung ini.
Alhamdulillah kedua orang tuanya sangat mendukung hobi Sang Putri yang gemar "hunting" buku-buku jika mengunjungi mal-mal di Bandung. "Di rumah ada seratusan judul buku yang berhasil saya koleksi. Alhamdulillah kedua orang tua saya mendukung," katanya.
Kemudian dia datang ke Subang bersama Bundanya untuk bertemu dengan komunitas literasi di Subang. Ingin bersama-sama menularkan kegemaran membaca sebagai gaya hidup.
Dia bersama komunitas buku di Bandung sering mengunjungi tempat-tempat yang banyak sangat kekurangan bahan bacaan. Padahal di tempat tersebut banyak siswa sekolah yang sebenarnya sangat membutuhkan bacaan yang memotivasi.

Posting Komentar

0 Komentar