BUMDES Se-Nusantara Diberikan Pembekalan

SUBANG - Rakeyan Lembaga Adat Karaton Galuh Pakuan, Rakeyan Nuswajati Bezie Galih Manggala, kembali memberikan pelatihan manajemen dan kewirausahaan, kali ini kepada 50 Pelaku Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dari berbagai pelosok Nusantara.

Pada acara Pelatihan Manajemen Usaha, yang diselenggarakan bersama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementrian KOMINFO, dan PT Bumades Pancamandala di Desa Mandalamekar, Tasikmalaya, Selasa (22/10/2019).

Pelatihan ini menurut Bezie, diselenggarakan bersamaan dengan ditunjuknya PT Bumades Pancamandala, sebagai center of excellence untuk role modeling pengelolaan BUMDES untuk ekonomi digital di Desa.

"Dalam pelatihan ini kami mengajak seluruh pemuda dari peloksok nusantara untuk menjadi pelaku BUMDES," ujar Bezie melalui pesan singkat yang diterima wartawan di Subang, Selasa (22/10/2019).

Pada pelatihan tersebut, Bezie yang akrab dipanggil Kang Bezie, bersama Dadang Firmansyah dan Neneng Kartika, memberikan pembekalan tentang pentingnya membuat rencana usaha, cara membuat rencana usaha, bisnis model, rencana sumber daya manusia, rencana keuangan, serta rencana pemasaran usaha.

"Ada 5 rencana yang perlu diperhatikan oleh para calon pelaku Bumdesma, agar berhasil menjadi pelaku Bumdesma yang ada di nusantara ini," terangnya.

Pembekalan tersebut disambut baik oleh para pelaku BUMDES, yang hadir dari Aceh sampai Raja Ampat Papua. Beberapa peserta meminta kepada Pemerintah, agar pembekalan seperti ini secara kontinyu dilakukan, untuk dapat menggenjot performa BUMDES.

"Mereka para peserta berharap, agar pemerintah sering memberikan pelatihan ini, guna memberikan pembekalan bagi para pelaku Bumdesma, mampu memecahkan semua persoalan yang sering dihadapi para pelaku Bumdesma di daerah," kata Bezie.

Pada pelatihan ini juga dibahas solusi-solusi praktis dari berbagai permasalahan yang dihadapi oleh BUMDES  dan perangkat desa.

"Diantara permasalahan-permasalahan yang dihadapi BUMDES, kesulitan meraih pemuda desa untuk dilibatkan dalam kegiatan BUMDES, juga menjadi keluhan peserta," jelasnya.

Kang Bezie, yang juga merupakan salah satu pemuda pelopor penyelenggaraan pendidikan untuk pemuda di Desa, melalui kegiatannya di SMK Karya Putra Manggala, lantas memberikan tips dan pengalaman menggalang dan melatih pemuda desa, yang saat ini menjadi bagian aktif dari PT Bumades Pancamandala.

"Berdasarkan pengalaman PT Bumades Pancamandala, ada empat unsur penting, yang wajib ada agar BUMDES dapat berhasil memenuhi fungsinya, salah satunya adalah adanya lembaga pendidikan yang dapat dijadikan Mitra bagi Bumdes dalam menyediakan pemuda sebagai tenaga kerja aktif yang dapat menggerakan BUMDES," imbuh Bezie.

Pada kesempatan yang sama, Kang Bezie juga mengajak BUMDES, untuk menunjukkan kepedulian yang lebih tulus kepada unsur pemuda di desa di wilayah masing-masing BUMDES. Hal ini yang menjadi kunci untuk memunculkan kepedulian pemuda terhadap BUMDES-nya. Pemuda juga diharapkan agar lebih pro aktif terlibat dalam kegiatan BUMDES, hal ini dikarenakan, ekonomi Desa merupakan elemen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi negara, dan BUMDES, dapat menjadi kendaraan untuk memperkuat ekonomi desa. (ist)

Posting Komentar

0 Komentar