Begini Cara Pengenalan Sejarah Kepada Kaum Millenial

SUBANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Subang menyelenggarakan Seminar Penerapan Teknologi Multimedia Untuk Pengembangan Museum di Era Milenial di aula Beta Panglejar Subang. Rabu (2/10/19).
Peserta seminar yaitu para guru sejarah SMP dan SMA/K se-Kabupaten Subang serta guru SD perwakilan tiap korwil.
Kabid Kebudayaan dalam laporannya menyampaikan bahwa peserta seminar sebanyak 200 peserta yang terdiri dari guru mata pelajaran sejarah SD, SMP dan SMA/K se-Kabupaten Subang. Maksud untuk mensosialisasikan penyajian penataan museum dengan metoda digitalisasi pada era milenial.
Kadisdikbud Subang H. E. Kusdinar dalam sambutannya menyampaikan bahwa museum kedepan yang dimiliki Subang diharapkan untuk pengembangkan proses peserta didik karena memiliki nilai sejara-sejarah Subang. Tahun sekarang dan kedepannya diharapkan museum Subang sudah menjadi layak untuk menjadi tontonan, tuntutan dan pembelajaran para pelajar Subang dan dengan adanya museum sangat efektif dalam memberikan ilmu dan informasi sejarah bagi peserta didik.
Dijaman sekarang tidak dipungkiri bahwa anak-anak jaman mileniah banyak yang tidak tahu tentang sejarah, maka dengan adanya museum yang menampilkan bukti sejarah diharapkan anak-anak sekarang paham akan sejarah.
Sekretaris Daerah Kabupaten Subang Drs. H. Aminudin, M.Si membuka secara langsung kegiatan seminar tersebut.
Kita belum siap menghadapi digital teknologi dengan mengimbangi era milenial saat ini, oleh karena itu mulai dari sekarang ini tanamkan tentang pelajaran sejarah-sejarah bagi anak-nak generasi berikutnya melalui teknologi.
Setiap orang pasti punya cerita dan sejarah bahkan Negara Indonesia memiliki cerita sejarah bahwa kita dijajah belanda, kita tidak bisa mengabaikan sejarah karena telah melekat pada Negara kita bahkan pada diri kita sehingga beberapa bukti diantaranya pilosofi hokum hamper sama dengan Belanda.
Apresiasi kepada Prof. Dr. Nina Herlina Lubis yang telah konsen untuk mewujudkan wisma karya menjadi museum Kabupaten bahkan kedepannya menjadi museum nasional.
Dalam seminar tersebut menghadirkan narasumber pertama Prof. Dr. Nina Herlina Lubis, MS guru besar ilmu sejarah, Departemen Sejarah dan Filologi Fakultas Budaya Unpad serta narasumber kedua yaitu Dra. Aurora M.Hum Musiologi Asosiasi Indonesia Daetah Jawa Barat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kabid Kebudayaan M. Khadar Hendarsah, S.Pd., M.Hum, para ketua Korwil, pengurus MKKS SMP, para kepala sekolah. (HUMAS)
Share on Google Plus

0 Comments:

Posting Komentar