6 Kecamatan di Subang Mulai Kesulitan Air Bersih

SUBANG - Akibat musim kemarau panjang sudah 6 kecamatan di Subang Jawa Barat dinyatakan kesulitan air bersih dan satu desa mulai terancam kesulitan yang sama. Daerah tersebut meliputi Kecamatan Serangpanjang, Kecamatan Sagalaherang, Kecamatan Pabuaran, Kecamatan Cikaum, Kecamatan Pagaden dan Kecamatan Pusakajaya, serta satu Desa Rawalele Kecamatan Dawuan sudah mulai kesulitan air bersih.
Dikatakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang, H. Hidayat dalam upaya penyaluran air bersih terkendala oleh keterbatasan sarana kendaraan tanki yang hanya 1 unit. Sedangkan untuk menyalurkan air bersih setiap harinya berkisar 3 sampai 4 tangki. Dalam penyaluran bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Subang. "Hingga kini telah menyalurkan 120 tangki ke daerah terdampak," katanya kepada Reporter Jabar, Kamis (24/10/2019).
Untuk mengembangkan optimalisasi peran Perusahaan daerah Air Minum (PDAM). "Bagaimana mengoptimalkan (peran PDAM) melayani masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih? Itu potensinya sangat besar. Dari peluang 5000 pelanggan baru terserap sekitar 1700 pelanggan," ungkapnya.
Dengan besarnya peluang ini kemudian BPBD berkoordiansi dengan PDAM untuk mengoptimalkan pelayanan dalam pemenuhan kebutuuhan air bersih untuk masyarakat. "Terlebih sekarang sumber air tanah itu sudah sulit didapatkan (oleh masyarakat)," katanya.
Sementara itu untuk mengantisipasi dampak kekeringan di sektor pertanian Pemkab Subang menyusun regulasi dalam bentuk Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur kewenangan lintas sektoral.
Dikatakan oleh Wakil Bupati Subang, Agus Masykur dalam penyusunan tersebut berkoordinasi dengan PJT II, BBWS dan instansi terkait.

Posting Komentar

0 Komentar