Terima Aspirasi Puluhan Jurnalis Kapolres Subang Bilang Begini

SUBANG – Tidak kurang dari 40 orang wartawan yang tergabung dalam Aliansi Wartawan Subang (AWAS) melakukan audiensi ke Mapolres Subang Jawa Barat, Senin (30/9/2019). Tujuan audiensi tersebut dalam rangka solidaritas atas tindakan kekerasan  terhadap awak media di beberapa daerah yang diduga dilakkukan oleh oknum anggota polisi saat melakukan peliputan aksi unjuk rasa.
Kemudian para wartawan menyampaikan aspirasi atas penundaan Rancangan Undang-Undang (RUU) KUHP yang diantaranya terdapat 10 pasal yang dinilai akan mengancam kebebasan Pers yang selama ini telah berjalan dengan baik. Kemudian mengingatkan bahwa pekerjaan wartawan dilindungi oleh Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Maka dengan adanya RUU KUHP dengan 10 pasal diantaranya akan mengancam Kebebasan Pers diantaranya ada pasal ancaman hukuman atas penghinaan kepada Presiden atau pemerintah.
Menanggapi aspirasi tersebut, Kapolres Subang AKBP Teddy Fanani mengatakan untuk hal tersebut ranahnya berada di pusat. "Itu bukan ranah kami untuk mengomentari karena ranah tersebut berada di Pusat yang sudah ada timnya. Sudah ada tim perumusnya," ujarnya.
Terlebih lanjut Kapolres mengenai proses RUU tersebut sudah dinyatakan ditunda.
Kemudian Teddy menilai hubungan antara Kepolisian Resor Subang dengan Pers sudah sangat bagus. "Hubungan baik ini akan kita pertahankan. Insya Allah akan kami tingkatkan," katanya.
Kemudian secara simbolis wartawan menyerahkan secara simbolis kesepakatan antara Kapolri dan Dewan Pers yang mengatur tentang mekanisme Dewan Pers.
Usai beraudiensi di Mapolres rombongan wartawan kemudian melanjutkan aksinya ke Kantor Bupati Subang yang langsung melakukan aksi teatrikal oleh dua orang jurnalis yang menggambarkan pengekangan kepada pers oleh penguasa.
Kemudian usai aksi teatrikal Wakil Bupati Subang, Agus Masykur berkenan menerima kedatangan para wartawan yang selanjutnya menyampaikan aspirasinya.
Wakil Bupati menyatakan siap memberikan dukungan pada aspirasi jurnalis yang menolak kekerasan kepada wartawan dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya.
Mengenai aspirasi wartawan yang menolak RUU KUHP, kata Agus pihaknya akan berdiskusi dulu dengan Bagian Hukum yang kemudian akan menyampaikan dukungannya melalui DPR RI Dapil Jabar IX.
"Pada dasarnya kita menolak kekerasan kepada siapapun. Begitu pula kepada wartawan. Mengenai dukungan pada penolakan 10 pasal RUU KUHP kami akan mendiskusikannya dengan Bagian Hukum untuk kemudian akan disampaikan melalui DPR RI Dapil Jabar IX Subang, Majalengka dan Sumedang," tuturnya.
Sebagai bentuk dukungan Wakil Bupati menuliskan kalimat dukungan di antara tanda tangan wartawan di atas spanduk.
Selanjutnya aksi dilanjutkan menuju Kantor DPRD Kabupaten Subang yang diterima oleh Ketua DPRD dan Wakil Ketua DPRD. (Satriya)
Share on Google Plus

0 Comments:

Posting Komentar