Subang akan Launching Pilot Project Desa Digital

SUBANG - Desa Digital di Kabupaten Subang, dalam waktu dekat ini segera terwujud. Pasalnya Desa Cikadu, Cirangkong dan Bantarsari Kecamatan Cijambe yang merupakan Kawasan Desa Berbasis Rempah, serta Desa Cupunagara Kecamatan Cisalak, akan menjadi pilot project Desa Digital, yang akan dilaunching pada awal Oktober 2019 nanti.
PT. Adyawinsa Telekomunikasi yang menjadi salah satu pendor Desa Digital bersama dengan PT. Icon Plus, mulai Kamis (19/9/2019) besok, segera mensuport pemasangan antena dan radio, di 4 desa tersebut.
"Apa yang sudah kami lakukan di Desa Mandalamekar Tasikmalaya, dan sukses menjadikan desa digital di sana, maka reflika desa digital di Desa Mandalamekar Tasikmalaya itu, akan kami terapkan juga di Subang," ujar Bisnis Development Eksekutif PT Adyawinsa Telekomunikasi Dedi Rahmat kepada wartawan di Subang, Rabu (18/9/2019).
Menurut Dedi, di 4 desa yang akan dijadikan percontohan itu, akan mendapat supot antena dan radio sebagai antisipasi area blank spot sinyal internet, termasuk kedepannya di seluruh Desa dan Kelurahan di Subang, akan segera terpasang link internet.
"Kita ditarget untuk melakukan supot di 253 Desa dan Kelurahan itu pada 7 Oktober 2019 mendatang, namun kami siap selesaikan pada 5 Oktober, 2 hari sebelum waktu yang ditargetkan," terangnya.
Manfaat dari Desa Digital ini bagi masyarakat kata Dedi, tidak hanya untuk menyerap informasi dari luar Subang, tetapi juga dari dalam Subang baik itu mengenai dunia pertanian, bisnis, pendidikan kesehatan dan hal-hal positif lainnya.

"Mengenai hal- hal negatif dari desa digital itu, kembali kemasing-masing pengguna, tetapi apa yang dilakukan Pemerintah dan Lembaga Adat Karatwan  Galuh Pakuan yang menjadi inisiator, hanya untuk mewujudkan peradaban masyarakat Subang yang mendunia," ucap Dedi.

Dengan desa digatal ini dikatakan Dedi, masyarakat yang berada di pelosok desa, termasuk diperkotaan bisa menikmati jaringan internet dengan sinyal yang kuat, dan biaya yang sangat murah, jika dibangding harga internet dari operator lain.

"Tentunya internet yang kita jual kepada pengguna jauh lebih murah, dan terjangkau, termasuk sinya internet yang sangat kuat, yang dapat memuaskan para pengguna," tegasnya.

Dedi menambahkan, desa digital di Kabupaten Subang bisa terlaksana berkat inisiasi Raja Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi, termasuk gagasan digelarnya Training of Trainer (ToT) Desa Digital beberapa waktu lalu, sehingga PT. Adyawinsa Telekomunikasi bersama pendor lainnya, menindaklanjuti dengan suport penerapan antena dan radio untuk kelancaran jaringan internet, dibantu oleh PT. Icon Plus, bekerjasama dengan Badan Aksesibilitas Komunikasi dan Telekomunikasi Internet (BAKTI), Badan Prakarsa Pemberdayaan Desa dan Kawasan (BP2DK) serta Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo). (Ist)
Share on Google Plus

0 Comments:

Posting Komentar