Pasanggiri Jaipong III Diapresiasi "Sang Guru"

SUBANG - Pasanggiri Jaipong Galuh Pakuan Seri III Tingkat Jawa Barat, mendapatkan apresiasi dari Kepala UPT Kebudayaan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Jawa Barat, Prof. Dr. Tati Narawati M.Hum.
Menurut Narawati - sapaan akrabnya -  ditengah-tengah kevakuman yang sekian lama pasanggiri jaipong tidak lagi digelar oleh sejumlah Sanggar Tari maupun Pemerintah, kini Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan hadir, dan peduli terhadap lestarinya budaya dan seni jaipong, dengan hadiah dan piala yang cukup fenomenal.
"Saya sangat mendukung upaya pelestarian seni dan budaya jaipong yang dilakukan LAK Galuh Pakuan, terlebih Noviyanti ini dulu adalah mahasiswi saya waktu di UPI, saya selaku dosennya sangat bangga terhadap Noviyanti, yang lebih maju dan mandiri, yang memiliki keinginan kuat untuk melestarikan seni tradisional jaipong," ujarnya kepada wartawan di Subang, Minggu (22/9/2019).
Pasanggiri Jaipong ini kata Narawati, sangat tepat karena saat ini seni jaipong sedang mencari jati diri dimasa modernisasi ini, jaipong klasik sudah mulai ditinggalkan oleh para seniman, paska kejayaan Seniman Bandung Gugum Gumbira.
"Saya melihat dari seluruh peserta ini, menampilkan seni jaipong yang bervariasi, karena perkembangannya sangat begitu pesat dan cepat, mulai dari seni berbau modern dan klasik seiring perkembangan jaman, tanah pasundan atau Papajaran sangat kaya akan seni dan budaya khususnya jaipong yang harus tetap kita jaga dan lestarikan," tegasnya.
Namun dengan sering digelarnya pasanggiri seperti yang dilakukan Galuh Pakuan ini dikatakan Narawati, dengan keberagaman seni jaipong yang berkembang saat ini, lambat-laun dengan banyaknya pasanggiri digelar, lambat-laun akan menemukan arah ke titik puncak jaipong masa kini.
"Pasanggiri yang menjadi kalender LAK Galuh Pakuan ini saya harap, bisa menjadi role model, bagi sanggar-sanggar lain di Jawa Barat ini, bisa meniru apa yang sudah dan sedang dilakukan oleh Galuh Pakuan, agar jaipong ini menjadi tuan rumah di tatar Sunda, bahkan kembali booming di nasional dan juga go internasional," pungkasnya. (Ist)
Share on Google Plus

0 Comments:

Posting Komentar