Legalitas Bangunan Komersil di TWA Tangkuban Parahu Dipertanyakan

(Foto: BeritaAktualNews)

SUBANG - Keberadaan bangunan-bangunan permanen komersil di wilayah konservasi Gunung Tangkuban Parahu dipertanyakan legalitasnya. Seperti dilansir BeritaAktualNews.com Sekertaris Tim Satuan Kerja Revitalisasi Ekosistem Kawasan  Tangkabun Parahu, Deni PN dengan adanya izin bangunan komersil di kawasan Konservasi dan Sumber Daya Alam (KSDA) hal itu sangat kontradiktif dengan undang-undang Lex Spesialis. "Dimana wilayah konservasi hutan lindung, fan perlindungan sisitem penyangga kehidupan masyarakat setempat," ujarnya kepada Wartawan, Selasa (10/9/2019).
Namun yang terjadi di Gunung Tangkuban Parahu,  gedung-gedung komersil berdiri tegak tanpa mengindahkan undang- undang lex spesialis, dan Perda Pemprov  Jabar nomer 2 tahun 2016 tentang Kawasan Lonservasi Alam di Bandung Utara. "Itu tidak sesuai dengan fungsi Gunung Tangkuban Parahu tersebut," imbuhnya.
Ada pun fungsi Gunung Tangkuban Parahu memiliki arti yang sangat penting ditinjau dari aspek ekologi, hidrologi, pendidikan, penelitian dan parawisata. "Sekarang yang menjadi pertanya siapa yang memberikan izin bangunan komersil di Gunung Tangkuban Parahu, dan apakah juga telah dilakukan uji study analisa dampak lingkungan," ujarnya dengan nada tanya.
Kata Deni, apabila izin tersebut, dikeluarkan oleh Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup maka sesungguhnya Kementerian Kehutan dan Lingkungan Hidup telah melanggar undang- undang yang dibuat oleh mereka sendiri.
Share on Google Plus

0 Comments:

Posting Komentar