Inilah Konsep Desa Digital di Subang

(Raja LAK Galuh Pakuan, Rahiyang Mandalajati Evi Silviadi berdiskusi Konsep Desa Digital dengan Koordinator Staf Khusus Presiden, Teten Masduki)
SUBANG – Kehadiran Desa Digital akan mampu meningkatkan kemandirian dalam mengelola potensi yang dimilikinya. Dikatakan Raja Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan, Rahiyang Mandalajati Evi Silviadi salah satunya ialah pengelolaan sistem informasi melalui penggunaan internet sebagai medianya. Dengan desa digital yang bekerjasama dengan pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan unsur terkait bisa mengoptimalkan potensi desa.
Sebagai ilustrasi nyata sekarang tiap rumah atau kepala keluarga (KK) rata-rata minimal menghabiskan biaya internet sebesar Rp100 ribu. "Kalau saja tiap desa ada dua ribu KK, itu artinya 200 juta rupiah tiap bulan dibawa keluar. Bahkan ke luar negeri. Karena banyak operator seluler (yang) kita (gunakan) sahamnya dimiliki asing. Sekarang kita ganti infrastruktur internetnya dipasang di desa-desa dengan (biaya) 25 ribu (tiap bulan) yang unlimited dengan kecepatan yang relatif sama bahkan bisa lebih tinggi. Itu artinya dari biaya data internet saja sudah menghemat hampir 80% dengan internet ke desa maka uang akan terkelola oleh di desa," tuturnya kepada wartawan, di Subang, Selasa (10/9/2019).
Kalau ini berjalan, lanjut Evi maka pembenahan desa akan lebih mudah untuk menjadikan desa sebagai subjek. "Bukan semata objek seperti selama ini terjadi," imbuhnya.
Misalnya tentang penentuan harga komoditas desa seperti buah-buahan. Selama ini penentu harga buah-buahan itu dari kota. "Karena desa itu terputus dengan itu. Mereka (orang desa) dibodohi orang kota dijadikan objek dimainkan orang kota. Hari itu mereka tidak begitu mereka akan menjadi subjek ikut memainkan perannya," katanya.
Inilah konsep Desa Digital untuk kemudian mendorong mengembangkan supaya antara Kepala Desa bisa saling sinergis dalam membangun desa sesuai dengan potensinya masing-masing.
Lalu Evi menerangkan untuk membangun Desa Digital ini pihak LAK Galuh Pakuan menginisiasi dengan unsur terkait diantaranya Kementerian Kominfo dan Bakti. (Ist)
Share on Google Plus

0 Comments:

Posting Komentar