Dua Ormas Pergerakan Islam Tuntut Anggota DPRD Terpilih Lakukan Ini

SUBANG – Dua Organisasi Masyarakat (Ormas) Pergerakan Muslim di Subang melakukan aksi demonstrasi ke Kantor DPRD Kabupaten Subang yang tengah melakukan kegiatan Pengucapan Sumpah/Janji Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Periode 2019 – 2024. Mereka adalah Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dengan membawa tuntutan supaya Anggota DPRD Kabupaten Subang yang terpilih mendatang melakukan pengawasan terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Subang yang menurut mereka telah gagal.
Dalam aksinya mereka ingin bertemu dengan anggota DPRD dan melakukan dialog langsung. Namun mereka tertahan di pintu gerbang DPRD sehubungan kegiatan masih berlangsung. Dalam aksinya mereka melakukan aksi teatrikal yang menggambarkan kesengsaraan Rakyat Subang atas kesewenangan pejabatnya serta aksi orasi yang dilakukan secara bergiliran.
Mereka juga menyampaikan aspirasinya secara tertulis tentang keresahan Rakyat Subang dengan kondisi kemiskinan dan pengangguran yang telah mencapai lebih dari 300 orang. Mereka menyampaikan sikap diantaranya: mendukung sepenuhnya kepada anggota DPRD Kabupaten Subang Periode 2019 – 2024 untuk selalu mengawasi serta mengevaluasi kinerja Pemerintah Kabupaten Subang.
Kedua, mendukung kepada Kapolres Subang untuk melakukan tes urine para pejabat di Kabupaten Subang supaya bebas dari narkoba. Mendukung aparat penegak hukum untuk menindak dugaan kasus kasus korupsi
Sempat terjadi aksi dorong antara massa aksi dan aparat pengamanan. Karena pihak massa aksi ingin masuk untuk bertemu langsung dengan anggota DPRD. Kemudian mereka melakukan negosiasi dengan aparat yang diwakili oleh Kepala Bagian Operasi (Kabagops) Polres Subang, AKP Doni.
Akhirnya perwakilan massa aksi ditemui oleh Anggota DPRD Terpilih, Beni Rudiono dan Sekretaris Dewan, Ujang Sutrisna untuk berdialog. Komunikasi antara kedua belah pihak berjalan santai ditengah terik matahari. Sebagai penerimaan aspirasi dari demonstran, Beni selaku Anggota Dewan menandatangani lembaran aspirasi. Selanjutnya massa aksi membubarkan diri dengan tertib.

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers