Tausiyah Mamah Dedeh, Dari Masalah Hukum Pemimpin Subang sampai Bahaya Gadget


SUBANG – Masalah hukum yang menjerat para Bupati Subang pasca Reformasi mendapat perhatian dari Penceramah kondang, Ustadzah Dedeh atau yang akrab disapa Mamah Dedeh. Perhatian ini diungkapkan setelah mendapat pernyataan dari salah satu jamaahnya yang merasa pesimis atas kepemimpinan Subang.
Oleh Mamah Dedeh dijawab sebagai manusia harus mengedepankan berbaik sangka. "Jangan kepo, jangan sok tahu apalagi sampai berburuk sangka. Karena berburuk sangka itu sebagaimana Firman Allah bagaikan memakan bangkai saudaranya sendiri. Anda mau seperti itu?," ujarnya.
Oleh karena itu sebagai Rakyat lebih baik dido'akan supaya kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Subang yang sekarang jauh lebih baik. "saya sangat mengapresiasi sambutan Wakil Bupati (Agus Masykur) yang menyatakan bahwa beliau berdua (Bupati dann Wakil Bupati Subang) terbuka untuk diingatkan apabila ada kekeliruan," katanya saat menyampaikan tausiyah dalam tasyakur HUT Ke-74 Republik Indonesia di lingkungan Kantor Pemda Subang, Senin (19/8/2019).
Lalu Mamah Dedeh mengkritisi tentang fenomena pengajian yang dilakukan oleh Ibu-Ibu yang yang lebih terfokus pada kegiatan diluar pengajian. Seperti pembuatan seragam yang sering ganti-ganti setiap acara dan  lebih mementingkan arisan. "Harusnya lebih mementingkan materi pengajian. Seperti tata cara membaca yang benar, pengetahuan tentang sejarah Islam. Maka saya menyarankan supaya pengajian itu diselenggarakan dengan pola yang tersistem. Misalnya minggu ini tentang membaca Al-Qur'an, minggu selanjutnya tentang sejarah Islam," jelasnya.
Kemudian jamaah lainnya mengajukan pertanyaan cara supaya anak-anaknya bisa terbebas dari bahaya pengaruh buruk gawai (gadget).
Oleh Mamah Dedeh disebutkan bahwa penggunaan gawai yang berlebihan sangat berbahaya terhadap perilaku penggunanya. "Bahaya gadget itu (saya nilai) lebih berbahaya dari narkoba. Karena ketergantungan pada gadget bisa mempengaruhi perilaku penggunanya. Terutama anak-anak," ungkapnya.
Kemudian dia menginformasikan suatu peristiwa ada anak yang berani mencekik ibunya di dalam mobil karena dilarang bermain gawai akibat si anak sudah kecanduan berbamain game di dalam gawai. "Kemudian ada lagi anak meninggal karena yang nekad melompat dari atas apartemen. Akibat dia terpengaruh gadget Superman bisa terbang," ungkapnya lagi.
Lalu sambung dia di suatu daerah terjadi pertarungan antara 2 anak dengan menggunakan senjata tajam akibat terpengaruh permainan dengan menggunakan senjata tajam. "Perkelahian itu disaksikan teman-temannya dengan menyorakinya. Akibatnya salah satu anak meninggal. Itu akibat si anak terpengaruh main PS (play station)," imbuhnya.
Pengaruh buruk pada perilaku lainnya menyebabkan kurang peduli pada lingkungan akibat terlalu fokus pada gawai yang dipegangnya.
"Biarpun didepan mertua (tetapi) dia lebih asyik pada gawainya. Duh kalau saya punya menantu seperti itu akan saya tampar," ujarnya dengan nada gemas.
Lalu Mamah Dedeh mengingatkan gawai itu perlu apabila digunakan sesuai dengan kepentingannya. Kemudian dia mengutip Firman Allah SWT Al-Qur'an Surat Al-A'raf ayat 31 yang melarang manusia berperilaku berlebihan. "Perlu ada ketegasan oranngtua dalam membatasi anak dalam menggunakan gadget. Ajak mereka melakukan olahraga bersama (bapak dan ibunya) seperti bersepeda atau main bola. Seperti anjuran Rasulullah SAW: Ajarilah anak-anakmu memanah, berenang dan berkuda," tuturnya.
Sebelumnya disampaikan tausiyah oleh Penceramah cili, Daffa Ibnu Sallam. Pengajian turut dihadiri Wakil Bupati Subang, Agus Masykur, perwakilan Forkopimda Kabupaten Subang dan jamaah pengajian se-Kabupaten Subang.
Dalam sambutannya Wakil Bupati Subang menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk rasa syukur atas Kemerdekaan Republik Indonensia yang telah memasuki 74 tahun. (Satriya)
Share on Google Plus

0 Comments:

Posting Komentar