Penanganan Kasus Anak Harus Tuntas, Jika Tidak Akan Begini

SUBANG - Pelaku kejahatan terhadap anak masih didominasi oleh kekerasan seksual disamping kekerasan fisik. Menurut Psikolog, Joko Kristiyanto para pelaku didominasi oleh orang-orang dekat dengan korban. Kata dia masih sangat jarang pelaku orang yang tidak dikenal.

"Jarang. Masih jarang, ya (pelaku orang tidak dikenal). Ada tapi sangat sedikit," ujanya kepada Reporter Jabar disela-sela kegiatan Pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam Pendampingan Anak di Subang Jawa Barat, Kamis (22/8/2019).

Selanjutnya kata Joko terkait penegakan hukumnya sudah bagus. "Tetapi penegakan keadilan masih kurang menjatuhkan hukuman maksimal kepada pelaku," imbuhnya.

Kemudian kata Joko untuk penanganan kepada korban perlu dilakukan secara komprehensif, diawasi dan dievaluasi supaya korban benar-benar pulih. "Karena bila tidak tuntas berpotensi menjadi pelaku berikutnya," imbuhnya lagi.

Hal ini kata dia masih ditemukan pelaku yang ternyata sebelumnya menjadi korban.‎ Oleh karena itu perlu dilakukan tersedianya tenaga konselor yang mampu menghimpun informasi dari korban. "Supaya menjadi dasar yang tepat dalam penyembuhan atau trauma healing," terangnya.

Selanjutnya kata Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Subang, dr. Ira Lindayanti kegiatan ini merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Subang menjadi Kabupaten Layak Anak (KLA).

"Salah satunya melaksanakan pelatihan kepada SDM dalam pendampingan anak," katanya.

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan perwakilan pihak yang peduli pada perkembangan anak di Kabupaten Subang.

Share on Google Plus

0 Comments:

Posting Komentar