Pelecehan Anak di Subang 2019 Capai 28 Kasus

SUBANG – Hingga Bulan Agustus 2019 tercatat sebanyak 28 kasus pelecehan terhadap anak yang ditangani Polres Subang dan sudah jatuh vonis. "Kasusnya didominasi oleh persetubuhan anak," ujar Aipda Nenden Nurpatimah salah satu narasumber dalam Kegiatan Pelatihan SDM tentang Pendampingan Anak di Subang, Rabu (21/8/2019).
Selanjutnya kata Nenden menyebutkan tantangan yang dihadapi adalah mencari informasi dari korban anak dan keluarganya yang cenderung tertutup dalam ‎pengungkapannya. "Untuk itu kita juga melibatkan psikolog dalam usaha tersebut," katanya.
Sedangkan upaya pencegahan dilakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah dengan melibatkan psikolog juga. Karena mengungkapannya memerlukan teknik supaya hasilnya maksimal dan tidak menimbulkan efek kepada korban.
Disampaikan pula untuk penanganan pelaku anak di Kabupaten Subang telah ada Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (LPKS) di daerah Cipunagara dalam melindungi pelaku anak dan pemenuhan hak-haknya sebagai anak.
Kemudian kata Nenden menginformasikan tentang berbagai modus trafficking (penjualan orang) yang pernah ditangani oleh Polda Jawa Barat. Diantaranya modus kawin kontrak dan pemberian bantuan dengan motif sandera.
Dalam pelatihan diberikan materi Psychological First Aid (PFA) kepada korban yang mengalami trauma psikologi. Suatu cara pendekatan kepada korban trauma psikologi baik korban pelecehan seksual ataupun korban perundungan (bullying). Pelatihan PFA dibimbing oleh psikolog, Ayuna Azizah, S.Psi, dengan moderator Kepala BIdang Perlindungagn Anak Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (DP2KBP3A), dr. Ira Lindayanti.
Kegiatan dilanjut dengan materi berikutnya berupa Penanganan Korban Terhadap Anak dari Perspektif Psikologis.

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers