Masjid Agung Subang "Dahului Sembelih Qurban"


SUBANG - Di Masjid Agung Al-Mushabaqoh Subang nampak puluhan orang "melakukan sembelihan qurban". Prosesi tersebut bagian dari praktek menyembelih hewan qurban oleh 30 orang perwakilan masjid jami dan komunitas muslim yang tengah mengikuti pelatihan menyembelih hewan qurban. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Peternakan Kabupaten Subang yang bekerjasama dengan DKM Masjid Agung Al-Mushabaqoh Subang, Selasa (6/8/2019).
Kegiatan ini diapresiasi positif oleh Ketua DKM Masjid Agung Al-Mushabaqoh, KH. Satibi yang menurutnya sangat penting diketahui oleh muslim. "Saya rasa supaya kegiatan ini dilakukan bukan saja saat menghadapi Idul Adha atau Hari Raya Qurban saja. Pelatihan ini penting supaya umat mengetahui cara menyembelih yang benar," katanya.
Terlebih kata dia untuk mengetahui ciri-ciri hewan yang yang sehat dan halal untuk dikonsumsi. Maka melalui pelatihan ini bisa meberikan pengetahuan penting bagi generasi muda mengetahuinya.
Pada pelatihan disampaikan tentang sejarah qurban sebagaimana difirmankan Allah SWT dalam Kitab Suci Al-Qaur'an. Pertama qurban diawali sejarah qurban anak-anak Nabi Adam, yaitu Habil berupa domba. Kemudian tujuan qurban adalah sebagai bentuk ibadah untuk mendekatkan dir kepada Allah SWT di Hari Raya Qurban sampai Hari Tasyriq.
Kemudian umur hewan qurban disebutkan kambing harus berumur lebih dari 1 tahun dan memasuk tahun kedua atau mau tanggal gigi. Sapi atau domba harus lebih dari 2 tahun dna memasuki tahun ketiga sedangkan unta berumur 5 tahun dan memasuki tahun keenam.
Ada 4 kondisi hewan yang tidak diperbolehkan untuk diqurbankan, yaitu hewan yang buta, sakit, pincang dan kurus.
Kemudian dari Dinas Kesehatan yang dibawakan oleh drh. Wina menyampaikan materi tentang hewan qurban sebelum disembelih, setelah disembelih dan kesejahteraan hewan.
Kemudian drh. Puttik Allamanda dari Veteriner Subang menyebutkan ketika proses pengambilan daging harus memperhatikan kebersihan tampat dan petugas yang melakukan pemotongan supaya daging terjaga higienisnya.
Pada kegiatan itu juga dipraktekkan cara menyembelih yang benar yaitu harus memotong 3 urat penting, yaitu saluran makan, saluran nafas dan saluran darah.
Praktek dilakukan dengan menyembelih seekor kambing yang dilakukan oleh seorang peserta. Kemudian dilakukan sampai mengolah mengambil daging. Daging sembelih kemudian dibagikan kepada peserta. (Satriya)

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers