LAK Galuh Pakuan Sesalkan Pelaporan Berita oleh Pejabat

SUBANG -  Rencana pengaduan Sekretaris DPRD Kabupaten Subang soal pemberitaan tentang penggunaan anggaran Pengambilan Sumpah Anggota Dewan Terpilih sebesar Rp8,8 milyar rupiah sangat disesali oleh Patih Agung Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan, Wawan Renggo. Kata Abah Renggo – sapaan akrabnya – harusnya pihak Setwan terbuka. "Kan sekarang sudah ada UU (Nomor 14 Tahun 2008) tentang Keterbukaan Informasi Publik. Harusnya pejabat itu terbuka. Kalau pun (pemberitaan wartawan) keliru harus dilakukan melalui mekanisme Dewan Pers dengan hak jawab," ujarnya kepada awak media, Kamis (29/8/2019).
Selanjutnya kata Abah Renggo harusnya pihak pejabat bisa lebih transparan dalam menginformasikan tentang anggaran yang dipergunakan. Sebab anggaran itu adalah uang rakyat. Jadi masyarakat harus tahu. "Sekarang ada wartawan yang berusaha menyampaikan tentang kegiatan tersebut. Jadi harusnya tinggal klarifikasi saja berapa anggaran yang dipergunakan," tandasnya.
Dia juga berharap pejabat mampu tegar menghadapi pemberitaan sebagai bagian dari keterbukaan informasi publik. "Jangan cengeng. Sedikit-sedikit ngadu (ke polisi). Harusnya pejabat itu tegar bisa menghadapinya," katanya.
Lagi pula lanjut Bah Renggo, bagaimanapun wartawan menulis, yang pasti tidak ada niat merugikan negara. Pejabat sudah tahu ada UU KIP. Kok datanya disembunyikan. "Jadi wajar kalau (datanya gak jelas) wartawan atau masyarakat ngomong seenaknya," katanya lagi.
Adapun pemberitaan yang akan dilaporkan ditayangkan oleh salah satu media on-line yang memberitakan penggunaan anggaran sebesar Rp8,8 milyar rupiah untuk kegiatan Pengambilan Sumpah Anggota DPRD Kabupaten Subang. Rencananya akan dilaporkan kepada Kepolisian.
Secara terpisah Sekretaris DPRD Kabupaten Subang, Ujang Sutrisna mengungkapkan bahwa pemberitaan tentang anggaran Rp8,8 milyar adalah HOAX. "Wartawannya tanpa konfirmasi apapun. Kita juga nggak tahu itu data dari mana?" katanya melalui saluran telepon.
Kemudian ketika ditanya mengenai jumlah anggarannya, Ujang menyebutkan 200 juta rupiah. "Dua ratus juta (rupiah). Demi Allah (segitu)," katanya lagi. (Satriya)
Share on Google Plus

0 Comments:

Posting Komentar