Koneksifitas Internet di Desa Masih Harus Ditingkatkan


SUBANG – Untuk menghubungkan seluruh kabupaten dan kota di seluruh Indonesia dilakukan upaya peningkatan jaringan layanan koneksifitas antara kabupaten/kota. Dikatakan Execitive Director Badan Prakarsa Pemberdayaan Desa dan Kawasan (BP2DK), Irman Meilandi menyebutkan problem sekarang di Indonesia ialah koneksifitas kemudian pemanfaatan koneksifitas. "Lalu yang terakhir bicara masalah komersialisasi optimalisasi potensi desa untuk kesejahteraan," ujarnya kepada Reporter Jabar di Subang di sela-sela kegiatan Seminar dan Lokakarya Pembentukan Pandu Digital Kabupaten Subang, Rabu (21/8/2019).
Kata dia masalah ini seperti layanan listrik. "Ada berapa wilayah (di Indonesia) yang belum terlayani listrik? Ini juga sama ada beberapa wilayah yang belum terkoneksi. Ini harus dipersiapkan ketika pembanguna Palapa Ring selesai," imbuhnya.
Dengan Palapa Ring bisa mempersatukan jaringan antara Indonesia bagian barat, tengah dan timur untuk menyambungkan seluruh kabupaten/kota dengan disambungkan internet cepat (broadband). "Mestinya satu atau 2 tahun sekarang ini pembangunan jaringan internet di seluruh desa harusnya sudah selesai. Ditargetkan tahun 2022 atau (tahun) 2023 sudah bebas koneksi di seluruh Indonesia. Nanti tahun 2023 akan diluncurkan satelit Satria oleh teman-teman dari (Kementerian) Kominfo yang akan 150 ribu titik (point) di Indonesia terutama desa-desa melalui V-Sat," katanya.
Kamudian kata dia untuk Subang ini saja masih ada beberapa wilayah yang masih belum terkoneksi dengan internet. Maka dari itu BP2DK bersama Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan dan Kantor Staf Presiden (KSP) melakukan menyasar wilayah-wilayah yang belum terkoneksi. "Seperti desa-desa Cupunagara (Kecamatan) Cisalak, Cirangkong, Bantarsari (Kecamatan) Cijambe," katanya.
Sehingga kata Irman adanya kesamaan koneksi antara kota dan desa-desa yang bisa digunakan untuk kepentingan usaha atau kepentingan apapun. Lalu kata dia kemajuan diimbangi dengan pemberdayaan melalui Seminar dan Lokakarya. "Supaya kemajuan kalau dibiarkan bisa positif dan negatif. Kita berusaha meminimalisir efek negatifnya. Kalau ada yang positif kita perkenalkan," katanya lagi.
Dikatakan Raja LAK Galuh Pakuan, Rahyang Mandalajati Evi Silviadi pihaknya sangat konsen mendukung pemerataan koneksi ini. "Bahkan di beberapa desa di Cijambe Subang sudah mulai terkoneksi dengan internet yang lebih dulu," katanya.
Share on Google Plus

0 Comments:

Posting Komentar