Isi Tahun Baru Hijriyah, Puluhan Pejabat Subang Diingatkan Umur

SUBANG – Dalam rangka menyambut Tahun Baru 1 Muharam 1441 Hijriyah Pemkab Subang menyelenggarakan kegiatan Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit) di Masjid Agung Al-Mushabaqoh Subang, Sabtu malam (31/8/2019). Acara tersebut dipimpin oleh Wakil Bupati Subang, Agus Masykur bersama puluhan jajaran pejabat esselon II dan esselon III Pemerintah Kabupaten Subang.
Pada acara Mabit selenggarakan bedah buku yang berjudul "Rahasia Dibalik Usia 40 tahun" yang disampaikan langsung oleh penulisnya yaitu Dr. Ahmad Annuri.
Dalam sambutannya Wakil Bupati menyebutkan acara Mabit ini merupakan acara rutin diselenggarakan setiap bulan pada Sabtu malam minggu terakhir. Dengan diisi oleh kegiatan tausiyah, membaca Al-Qur'an, qiyamul lail (shalat malam) berjamaah kemudian Shalat Shubuh berjamaah dan kajian ba'da Shubuh.
"Kegiatan ini sudah berjalan yang ketiga kalinya. Ini merupakan refleksi dari amal 10 hari terakhir bulan Ramadhan yang dilakukan diluar (bulan) Ramadhan," ujarnya.
Dengan kegiatan ini menjadi media untuk membina keimanan dan ketaqwaan dalam membangun karakter tangguh. "Untuk mewujudkan Subang yang bersih, maju dan sejahtera. Bersih sampai ke hatinya," .
Kemudian dalam bedah buku yang disampaikan Ahmad Annuri sebagai penulisnya menguraikan tentang pentingnya beramal baik selama hidup. Khususnya memasuki usia 40 tahun. Karena menurut keterangan dari Rasulullah SAW bahwa umur umatnya rata-rata antara 60 tahun sampai 70 tahun. "Kalaupun ada yang lebih dari itu sangat sedikit sekali.
Sedangkan sebagai manusia kita berkeyakinan adanya kehidupan setelah mati yang merupakan pertanggungjawaban dari perbuatan yang dilakukan selama hidup di dunia.
Kemudian disampaikan bahwa usia 40 tahun disebutkan secara langsung dalam firman Allah SWT yang kemudian oleh para alhi tafsir diartikan ketika memasuki usia 40 tahun perlu lebih berhati-hati.
"Apabila pada usia 40 tahun amal kebaikan lebih sedikit dari amal keburukan maka bersiaplah untuk 'direbus' di neraka," terangnya.
Pertama menggunakan nikmat kesempurnaan indra atau anggota tubuh untuk kebaikan. "Misalnya suara atau lisan adalah nikmat yang harus melahirkan kebaikan. Bukan sebaliknya mengucapkan kalimat yang menyakitkan hati," katanya.
Lalu yang kedua senantiasa memohon kepada Allah supaya diberikan ilham atau kemauan untuk beramal sholeh. Lalu pandai bersyukur dalam artian mempergunakan nikmat yang diberikan Allah SWT untuk kebaikan. "Misalnya jabatan jika dipergunakan salah dengan mengeluarkan kebijakan yang menyakitkan rakyat, maka itu sudah kufur (terhadap nikmat jabatan)," tuturnya.
Selanjutnya membuat akselerasi atau percepatan amal sholeh sebagai bekal ke akherat. "Jangan sampai menunda-nunda untuk beramal sholeh. Gak perlu menunggu usia sekian tahun untuk bertobat atau bertobatnya nanti saja setelah pensiun. Sebab umur itu tidak ada yang tahu," katanya lagi.
Ahmad Annuri menambahkan bahwa perlu kecerdasan dalam beramal, yaitu melakukan sedekah jariyah atau sedekah yang bermanfaat jangka waktu lama. Karena pahala dari kebaikannya akan tetap mengalir walaupun sudah meninggal dunia. "Sebagaimana yang dilakukan oleh Utsman yang mewakafkan sumur yang hingga kini masih dimanfaatkan oleh masyarakat Madinah. Padahal itu dilakukan 1400 tahun lalu," bebernya.
Pada kesempatan itu Ahmad Annuri menuturkan tentang perjuangan berda'wah ke kepedalaman terpencil di Indonesia. Banyak warga terpencil tersebut menerima hidayah dan memeluk Islam. Dearah tersebut kata dia banyak memerlukan dukungan sarana pendidikan untuk menjaga akidah.
Lalu dia menuturkan bahwa para mualaf di pedalaman sana sangat membutuhkan sarana pendidikan diantaranya kitab Al-Qur'an, Buku Iqro dan sarana sumur di lokasi tempat pendidikan. Maka, kata dia menjadi peluang untuk shodaqoh jariyah. "Kita sumbangkan untuk pembangunan sumur yang dimanfaatkan untuk penghafal Qur'an (di pedalaman sana) lalu di mengamalkannya maka pahalanya akan ikut mengalir kepada kita (sebagai donatur)," katanya.
Upaya pengumpulan donasi untuk muslim pedalaman dilakukan diantaranya dengan menjual buku "Rahasia Dibalik Usia 40 Tahun" yang seluruhnya disumbangkan.
Share on Google Plus

0 Comments:

Posting Komentar