Inilah Peringatan Urang Sunda atas Pengelolaan Gunung Tangkuban Parahu

SUBANG - Upaya gugatan pengelolaan atas Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkuban Parahu Tangkuban Parahu makin menguat dengan munculnya peringatan dari Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan sebagaimana yang dirilis kepada media yang bertajuk: "PERINGATAN URANG SUNDA MENUJU PERLAWANAN!", Senin (12/8/2019).
Raja LAK Galuh Pakuan, Rahiyang Mandalajati Evi Silviadi menyatakan bahwa Gunung Tangkuban Parahu sebagai Lambang Kebesaran Jawa Barat, Lambang Kehormatan dan Lambang Kewibawaan Bangsa Sunda. "Makanya Gunung Tangkuban Parahu menjadi bagian penting dari lambang Provinsi Jawa Barat. Maka dari itu, absolut atau mutlak keseluruhannya harus melambangkan sebagai Bangsa Sunda. Seyogyanya Pemerintah Pusat harus menghargainya sebagai ciri kebhinekaan," ujarnya dalam rilis tersebut.
Kemudian ditegaskan Tangkuban Parahu merupakan ruang sosial Bangsa Sunda dalam bingkai ke-Bhineka-an di Republik Indonesia.
"Makanya  pengelolaannya harus menunjukan ciri-ciri Kesundaan. Karena menjadi etalase Kesundaan. Pemerintah Pusat harus menghargainya," tegasnya.
Lalu dia menyesalkan sikap Pemerintah Indonesia yang menurutnya dianggap "mengambil" seenaknya Gunung Tangkuban Parahu dengan mengatasnamakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) lalu Pusat "mengambil" dengan seenaknya Gunung Tangkuban Parahu yang sudah menjadi simbol Bangsa Sunda.
"Janganlah seperti itu. Hargailah kami !!" tegasnya lagi.
Kemudian dia mengingatkan mengenai arti Lambang Jawa Barat yang diatas Gunung Tangkuban Parahu Itu KUJANG sebagai simbol Bangsa Sunda.

Berikut kutipan asli pesan yang dirilis:

PERINGATAN URANG SUNDA MENUJU PERLAWANAN!
Tangkuban Parahu adalah lambang kebesaran Jawa Barat, lambang kehormatan dan lambang kewibawaan Bangsa Sunda. Makanya Gunung Tangkuban Parahu menjadi bagian penting dari lambang Provinsi Jawa Barat.
Maka dari itu, absolut atau mutlak keseluruhannya harus melambangkan sebagai Bangsa Sunda.
"Seyogyanya Pemerintah Pusat harus menghargainya sebagai ciri kebhinekaan,
Tangkuban Parahu juga merupakan ruang sosial Bangsa Sunda dalam bingkai kebhinekaan di republik ini.
Makanya  pengelolaannya harus menunjukan ciri-ciri Kesundaan. Karena menjadi etalase Kesundaan. Pemerintah Pusat harus menghargainya.
Lantas dengan mengatasnamakan Negara Keastuan Republik Indonesia (NKRI) lalu Pusat "mengambil dengan seenaknya Gunung Tangkuban Parahu yang sudah menjadi simbol Bangsa Sunda. "
Janganlah seperti itu. Hargailah kami !!
Ingat, dalam lambang Jawa Barat, diatas Gunung Tangkuban Parahu Itu KUJANG, Bukan PUTRA KA'BAN !
#Sebar.

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers