HPBSTP Siap Ambil Alih Gunung Tangkuban Parahu

SUBANG - Himpunan Pergerakan Bangsa Sunda untuk Tangkuban Parahu (HPBSTP), yang diketuai oleh Jaka Arizona, menggelar pertemuan di Wisma Karya, Jumat (09/08/2019). Pertemuan tersebut menghasilkan beberapa poin persiapan untuk menggelar Kongres Bangsa Sunda untuk pertama kali.
Pertemuan pra kegiatan mimbar bebas itu juga sekaligus untuk membahas advokasi Gunung Tangkuban Parahu, yang saat ini dikelola PT Graha Rani Putra Persada (GRPP).
Pertemuan dihadiri sekitar 50 Ketua LSM dan Ormas Kabupaten Subang, diantaranya Ketua LSM Protes, Ketua Nujaba, Ketua KOSGORO dan ketua Sekretarat Nasional Jokowi-Ma'ruf, serta ketua-ketua LSM dan Ormas lainnya.
Acara dibuka dengan pemaparan oleh Budayawan Wawan Renggo, tentang sejarah pengelolaan Gunung Tangkuban Parahu dan upaya untuk mengembalikan manfaat Gunung Tangkuban Parahu untuk masyarakat Subang. Upaya tersebut ternyata dimulai sejak masa pemerintahan Abdul Wachyan menjabat sebagai Bupati Subang. Hingga yang terbaru, upaya perjuangan Himpunan Pergerakan Bangsa Sunda dalam mengambil kembali Simbol Bangsa Sunda dari PT GRPP yang mengelola Gunung Tangkuban Parahu dengan dugaan serangkaian pelanggaran hukum. "PT GRPP tidak memberikan manfaat apapun baik kepada Bangsa Sunda secara umumnya maupun kepada masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu secara khusus," kata Wawan Renggo.
Pertemuan dilanjutkan dengan diskusi mengenai upaya mengembalikan kembali Gunung Tangkuban Parahu kepada Bangsa Sunda. Dalam pertemuan ini disepakati akan diwakili oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, serta Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.
Ketua Seknas Jokowi-Ma'ruf, Andi Gondrong mengusulkan supaya Pemerintah sebaiknya membentuk tim untuk pengambilalihan kembali pengelolaan Gunung Tangkuban Parahu. Sementara Kang Dadus dari LSM Protes, mengusulkan agar pemerintah sebaiknya menjadi yang terdepan dalam proses advokasi ini. "Masyarakat menjadi pendorong yang mengawal langkah pemerintah dalam hal ini," katanya.
Pertemuan ini menghasilkan 3 poin kesimpulan yang akan ditindaklanjuti sebagai bentuk keinginan masyarakat untuk mengembalikan simbol dan fungsi Gunung Tangkuban Parahu untuk kemaslahatan Bangsa Sunda.
Poin tersebut ialah:
1. Gunung Tangkuban Parahu adalah Simbol Bangsa Sunda. Hal tersebut ditandai dengan adanya gunung ini di Logo Provinsi Jawa Barat.
2. Merekomendasikan kepada Bupati Subang, untuk memimpin Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, dalam advokasi pengembalian Gunung Tangkuban Parahu dari PT GRPP kepada masyarakat Sunda.
3. Membuat Kongres Bangsa Sunda yang diikuti oleh seluruh elemen Bangsa Sunda. Artinya, Kongres akan diikuti seluruh sesepuh dan perwakilan Sunda se-Jawa Barat.
Share on Google Plus

0 Comments:

Posting Komentar