Begini Cara LAK Galuh Pakuan Jaga Ranggawulung

SUBANG - Sejak tahun 1980 Keberadaan Cekdam Ranggawulung, tidak pernah mendapatkan perhatian dari Pemkab Subang.

Padahal menurut Galunggang Balai Wiratani Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan Handra Munandar, jika keberadaan cekdam Ranggawulung itu berfungsi sebagai embung penampungan air jika di musim penghujan, dan dikala musim kemarau sebagai tempat persediaan air permukaan untuk keberlangsungan lahan pertanian, maupun untuk kebutuhan rumah tangga.

"Yang saya tahu cekdam ini sudah hampir 29 tahunan, dibiarkan tanpa ada perawatan yang dilakukan pemerintah, padahal cekdam ini, sebagai tempat resapan air, untuk wilayah Subang Kota dan sekitarnya," ujar Handra kepada wartawan di Subang, Rabu (28/8/2019).

Kondisi cekdam itu saat ini kata Handra, sudah mengalami pendangkalan, sehingga pada saat musim penghujan tidak lagi bisa menampung air, begitupun disaat musim kemarau mengalami kekeringan.

"Melihat kondisi cekdam seperti itu Kami dari LAK Galuh Pakuan, bersama Karang Taruna setempat, saat ini sedang berupaya membenahi cekdam tersebut, dan Alhamdulillah airnya kembali terlihat banyak, dan kami juga menebar benih ikan di sana," terangnya.

Kedepannya menurut Handra, cekdam ini akan dikelola untuk mendukung Pusat Penelitian dan Balai Tanaman LAK Galuh Pakuan, dalam mendukung Subang menjadi Poros Maritim berbasis rempah.

"Kami bercita-cita ingin membangun pusat penelitian dan benih tanaman di sini, sekaligus memanfaatkan air cekdam ini, untuk mendukung kebutuhan tanaman yang diinisiasi Raja LAK Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi, guna mewujudkan Subang sebagai poros maritim berbasis rempah," tegas Handra.

Sementara itu Patih Agung LAK Galuh Pakuan Abah Renggo menyebutkan, LAK Galuh Pakuan bersama-sama dengan para petani di sekitar cekdam, saat ini sedang membuat saung penelitian dan balai tanaman.

Kemudian cekdam ini kata Renggo sudah diberi nama baru yakni, Situ Tirta Ranggani, sekaligus diharapkan bisa menjadi wisata air dan agro wisata unggulan di Kota Subang.
"Ya mudah-mudahan saja, apa yang LAK Galuh Pakuan lakukan ini, bisa membantu masyarakat, dan Pemkab Subang, dalam menata lingkungan dan sumber air permukaan, sekaligus menciptakan destinasi wisata baru, yang dapat menghasilkan PAD bagi Pemkab Subang, sekaligus bisa meningkatkan tarap perekonomian masyarakat pada umumnya," singkat Abah Renggo.

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers