Pemprov Jabar Kurang Responsif pada Tradding House

Reporter Jabar – Puteri Galuh Pakuan, Bathari Hyang Janapati Madrim menyayangkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tidak merespon atas tawaran kerjasama dengan Trading House Indonesia Inc dari awal. "Malah Pemprov Jawa Timur yang merespon dan siap bekerja sama dengan membentuk Panitia Kerja yang serius untuk peningkatan export produk setempat, khususnya program ke Prancis. Selanjutnya kata Madrim, kerjasama akan dilanjut ke beberapa Negara di Eropa Timur dan Afrika," ujarnya.
Padahal sambutan positif datang dari Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM) di beberapa Kabupaten/Kota di Jawa Barat ini. Ia berharap Subang, bisa menjadi motor penggerak untuk di Jawa Barat, dengan bantuan Raja LAK Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi dan Bupati Subang Ruhimat. "Saya harap, Raja Galuh Pakuan dan Pak Bupati Subang bisa menjadi motor penggerak di Jawa Barat, artinya sebagian besar produk UMKM di Jawa Barat, banyak diminati oleh pasar ekspor di Paris," imbuhnya.
Sementara itu, potensi Subang sendiri lanjut Madrim, seperti Pelabuhan Laut Patimban, Jalan Tol dan Bandara Internasional BIJB Kertajadi Majalengka menjadi penunjang utama ekspor ke Paris, selain itu potensi UMKM seperti kerajinan kulit baik itu dari kulit buaya dan kulit ular ada di Subang, kemudiam dari Kabupaten lainnya seperti kulit sapi dan domba dari Garut, payung kertas dan selop dari Tasikmalaya dan banyak lagi Kabupaten Kota di Jawa Barat ini, yang memiliki potensi besar untuk di ekspor ke Paris.
Upaya kerjasama itu telah dibangun melalui penandatanganan antara The Brand Ambasador Indonesia of Walonia Belgia dan Puteri Galuh Pakuan, Bathari Hyang Janapati Madrim sebagai pembuka pintu pemasaran dengan cara meng-create berbagai bentuk usaha di sejumlah negara di Asia dan Eropa, bersama Trading House Indonesia Inc.
Menurut Madrim, hasil dari lawatan dan beberapa business meeting di Eropa khususnya dari Prancis, dirinya membawa Program Container 40 fcl goes to retail Market in Paris, yang merupakan salah satu Program Trading House Indonesia Inc dari sekian banyak program bisnis yg akan dibangun di sana.
"Saat ini kami fokus ke Paris dulu, karena kami anggap di antara 4 negara Eropa yg kami kunjungi saat lawatan pertama bulan November - Desember 2018, Paris lah yang paling siap saat ini untuk menjalin kerjasama perdagangan dengan Indonesia," ujarnya Madrim kepada wartawan di Subang, Jum'at (26/7/2019).  (Ist/Satriya).

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers