Pelopor dan Pelapor sebagai Strategi Hadapi Gempuran Informasi

SUBANG – Dalam menghadapi Revolusi Digital 4.0 menimbulkan konsekuensi cepatnya beredar informasi di masyarakat terutama melalui media sosial. Oleh karena itu diperlukan literasi Media Digital, karena hal ini berkaitan dengan tingginya penggunaan media digital dalam kemasan gawai (gadget) yang kian hari kian meluas.
"Literasi diperlukan karena dalam penggunaan gadget akan berkaitan dengan nilai-nilai. Dalam literasi tersebut diperlukan pengetahuan, pemahaman, keterampilan atau skill (dalam menggunakannya) dan pemberdayaan (gadget yang dimilik)," ungkap Teddy Widara saat memberikan materi tentang Literasi Media Digital pada Jambore Forum Anak Gotong Royong (Fagor) Kabupaten Subang di Betha Subang, Senin (22/7/2019).
Meluasnya penggunaan gawai kekinian  bahkan cenderung menggeser tingkat kebutuhan setelah pangan (makan), sandang (pakaian) dan papan (perumahan). "Kita akan lebih akan lebih menunda sarapan pagi ketika akan bekerja. Tetapi kalau ketinggalan gadget tentu lebih memilih pulang lagi," katanya.
Menurut dia fenomena ini dipicu oleh luasnya jaringan internet dengan kecepatan tinggi berbiaya terjangkau, makin mudahnya gadget dengan harga terjangkau dan beragamnya platform media sosial yang digunakan yang makin mudah.
Maka dengan penggunaan gadget makin marak dan tingginya kecepatan informasi, ada hal yang bisa diambil generasi muda, yaitu berperan sebagai Pelopor dan Pelapor supaya informasi yang beredar bisa memiliki manfaat dan mereduksi dampak negatifnya.
Peran yang ini bisa diambil dengan bersama-sama teman membentuk komunitas. "Misalnya Komunitas Informasi Sehat yang menyuarakan supaya bijak dalam bersosial media kepada pengguna lainnya.," katanya.
Tujuannya untuk saling mengingatkan. "Sebab kita juga sering lupa karena keasyikan dalam menerima informasi," imbuhnya.
Sebaliknya kata dia lagi bisa bertindak sebagai Pelapor dengan memanfaatkan jaringan yang disediakan Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Dalam kegiatan Jambore Fagor diikuti oleh 30 peserta dari seluruh perwakilan Forum Anak se-Kabupaten Subang. Hari ini diadakan juga kegiatan outbond yang bertujuan untuk melatih kerjasama dalam menyelesaikan masalah. (Ist/Satriya)
Share on Google Plus