Kolaborasi NUS dan Unika Atma Jaya Lakukan ini di Subang

SUBANG – Bupati Subang, H. Ruhimat mengapresiasi upaya sosialisasi project bio-gas kepada masyarakat yang dilakukan oleh kolaborasi antara Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta dengan National University of Singapore (NUS) di RT 1 RW 1 Desa Ponggang Kecamatan Serangpanjang Kabupaten Subang.
Menurut Ruhimat yang dilakukan para mahasiswa sebagai pionir agen perubahan dimasyarakat tentang energi terbarukan bio-gas.
Oleh karena itu selaku Kepala Dearah menyampaikan terima kasih kepada Unviversitas Atma Jaya dan NUS yang telah melakukan pembinaan untuk pengembangan para peternak supaya multifungsi. "(Kami haturkan) terima kasih tentunya kepada mahasiswa yang siap membimbing masyarakat, untuk sekalipun itu kotoran sapi untuk bisa dimanfaatkan," ujarnya ditengah kegiatan sosialisasi di Desa Ponggang Serangpanjang, Minggu (7/7).
Kata Bupati umumnya masyarakat di sini adalah peternak. Biasanya kotoran yang ada kurang bermanfaat. "Tapi dengan dibimbing oleh pihak Atma Jaya dan NUS mudah-mudahan masyarakat di sini tidak perlu lagi untuk membeli gas LPG," katanya.
Dia berharap yang dilaksanakan kedua perguruan tinggi ini bisa dipelebar dibidang lain dan ke daerah lainnya. "Bukan (hanya) di Desa Ponggang saja. Saya berharap KKN bisa berlangsung daerah lain. Saya ucapkan terima kasih kepada Atma Jaya dan NUS, semoga kerjasamanya mampu meningkatkan SDM masyarakat, yang mengarah kepada Jawara Daya," harapnya.
Kegiatan berlangsung dari 4 Julii sampai 11 Juli 2019 di tiga titik, yaitu Kampung Cibitung, Kampung Cigadog dan Kampung Ponggang. Adapun para mahasiswa NUS ialah Terry Tantio (Surabaya), Ivan Andika Lie (Semarang), Edwin Winata Hartanto (Medan), Ricky Theodore (Medan), Su Qi (China), Dorothy Ting Wan Shyuen (Malaysia), Michael Ang Wei Shen (Malaysia), Tan Desheng (Malaysia) Elisha Lee Jian Xin (Malaysia)
Apresiaisi yang sama diutarakan Kepala Desa Ponggang, Asep Suryana yang menyebutkan hal ini bisa menjadi solusi atas ketersediaan bahan bakar gas. "Kita sering mengalami yang namanya kelangkaan gas. Dengan adanya kegiatan ini, Insya Allah nantinya yang asalnya masalah, menjadi berkah. Seperti kotoran ternak bisa diimplementasikan digunakan menjadi gas yang bermanfaat. Apalagi ternak di wilayah Cibitung itu banyak," tuturnya.
Sedangkan Dosen Fakultas Tehnik Universitas Katolik Atma Jaya, Enny Widawati mengatakan, pihaknya merasa bangga bisa memberikan karya untuk daerah. "yang mana mahasiswanya bisa mengimplementasikan karya ilmiah di Perguruan Tinggi," katanya.
Dengan karya tersebut lanjut Enny, diharapkan para mahasiswa menjadi agen pembentukan karakter dengan bergaul bersama masyarakat di daerah Desa Ponggang. "Hal tersebut membuat mahasiswa semakin gigih untuk berjuang untuk masa depannya dan semakin tahu menjadi pemimpin seperti apa. Seorang pemimpin yang peduli kepada masyarakat. Saya sangat berterima kasih kepada Bupati Subang yang telah memberikan kesempatan kepada Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Kami sebagai pendidik khususnya, sangat berterima kasih juga sudah boleh mempunyai proses-proses kehidupan bersama warga di Desa Ponggang," katanya.(*)
Share on Google Plus