Inilah Alasan GTRA Subang Optimis Jadi Percontohan Nasional

SUBANG - Selain menjadi salah satu anggota Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kabupaten Subang, Raja Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi, memiliki tugas untuk menggalang semua elemen masyarakat dan pemerintah, dalam menjalankan amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 tahun 2018, tentang Reforma Agraria.

Terkait dengan tugas yang harus dijalankannya itu, Evi mengaku optimis mampu menjalankan amanat Perpres tersebut, sesuai dengan juklak dan juknis.

Karena menurut Evi, Galuh Pakuan akan memanfaatkan sekaligus mengoptimalkan 5 desa kawasan berbasis rempah, yang sudah dirintisnya selama ini, sebagai pilot project penetapan titik Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) di 5 desa kawasan tersebut, menjadi percontohan nasional.
"Saya optimis, mampu menjalankan amanat Perpres tersebut, karena 5 desa kawasan berbasis rempah yang saya rintis itu, sudah lengkap, sehingga memudahkan kerja Tim GTRA untuk secepatnya menentukan titik TORA," ujar Evi kepada wartawan di Subang, Minggu (21/7/2019).

Untuk menjadi GTRA percontohan nasional itu kata Evi, Galuh Pakuan akan memperhatikan beberapa aspek yang menjadi akses untuk kemakmuran, dan kesejahteraan masyarakat desa penerima aset TORA yang diamanatkan Perpres tersebut. Artinya pendampingan itu dikatakan dia, akan terus dilakukan oleh Galuh Pakuan di 5 desa kawasan berbasis rempah, yang menjadi percontohan reforma agraria.
"Mulai dari penanganan krisis air bersih, krisis pangan, krisis energi, agar kedepannya menjadi akses kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat penerima aset TORA," terangnya.

Tidak hanya sejumlah permasalahan yang nantinya menjadi akses kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat desa lanjut Evi, pihaknya juga memastikan bahwa di 5 kawasan desa berbasis rempah, yang menjadi percontohan nasional reforma agraria itu, sudah ada 2 desa yang  yang sudah memiliki desa wisata dan 3 desa berbasis internet. (Satriya/Ist)
Share on Google Plus