Dana Kajian Pemidahan Pusat Pemerintahan Berpotensi Koruptif

SUBANG - Rencana Pemkab Subang mengalokasikan dana kajian pemindahan pusat pemerintahan kabupaten sebesar 290 juta rupiah dinilai hanya penghamburan dana semata. "Hal itu karena tidak ada alasan penting dan mendesak untuk dilakukan kajian tersebut," ujar Pemerhati Pemerintahan Daerah, Budi Setiadi kepada wartawan, Sabtu (13/7/2019).
Kemudian Budi menyarankan Pemkab Subang segera mengevaluasi kebijakan anggaran untuk kajian itu. "Dengan mengalokasikan dana kajian pemindahan pusat pemerintahan kabupaten sebesar 290 juta rupiah, Pemkab Subang telah melakukan suatu kegiatan yang tidak perlu, karena tidak ada alasan kuat yang mendasarinya. Jadi untuk apa?" paparnya.
Alokasi dana kajian tersebut, menurut Budi menggambarkan bahwa perencanaan Pemkab tidak fokus pada upaya penyelesaian masalah yang dihadapi atau pada upaya pemenuhan kebutuhan publik yang sering dikeluhkan oleh masyarakat.  "Kemudian yang keseluruhannya mengakibatkan pada inefisiensi pengelolaan keuangan daerah," imbuhnya.
Bahkan dia mencurigai agenda pemindahan pusat pemerintahan mermuatan unsur koruptif. Kebijakan Pembangunan anggaran oleh Bupati itu harus di dasarkan pada tujuan yang jelas yang termuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) supaya kewenangan dijalankan berkesesuaian dengan tujuan dan rasa keadilan. "Jangan asal menyerap anggaran," tegasnya.
Kemudian kata Budi hal yang harus dilakukan adalah berupaya mengontrol kebijakan anggaran. Karena korupsi yang sesungguhnya ada dikebijakan Pembangunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). "Kebijakan kebijakan yang cenderung koruptif ini lah yang tidak boleh ada lagi di Pemerintahan Kabupaten Subang sekarang," katanya.
Dalam pandangan Budi niat baik Bupati Subang harus diingatkan supaya memiliki kebijakan baik dan benar-benar berpihak kepada kepentingan pembangunan. "Jangan malah sengaja dijerumuskan oleh kebijakan-kebijakan yang bersifat penghamburan dan koruptif sehingga merugikan rakyat," pungkasnya. (Satriya)
Share on Google Plus