Cara Pemkab Subang Kejar Target Pajak


SUBANG - Pemerintah Kabupaten Subang menargetkan perolehan pajak sebesar 60 milyar rupiah untuk tahun 2019. Oleh sebab itu kata Wakil Bupati Subang, Agus Masykur diharapkan kepada masyarakat supaya tepat waktu membayar PBB. "Itu dimulai dari Aparatur Sipil Negara atau ASN yang harus memberikan contoh (tepat waktu) dalam membayar pajak (bumi dan bangunan)," ujarnya dengan didampingi Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Subang, Dadang Kurnianudin disela-sela peresmian Pekan Panutan Pajak di halaman Kantor Pemda Subang, Senin (1/7/2019).

Karena kata Wakil Bupati, pajak ini akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan. "Kalau lambat membayar pajak, bagaimana pembangunan bisa berjalan dengan baik?" imbuhnya.
Selain melayani pembayaran PBB juga melayani pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor.
Kemudian Wakil Bupati juga mengihimbau khususnya ASN yang memiliki kendaraan bermotor tetapi masih terdata di luar daerah supaya segera ditarik ke Subang. "Begitu juga dengan kendaraan milik ASN yang masih (terdata) luar daerah supaya segera ditarik terdata Subang. Atau ada yang masih atas nama orang lain segera dirobah," katanya lagi.
Dikatakan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Dadang Kurnianudin target sebesar itu bersumber dari 938 ribu Wajib Pajak (WP) di Kabupaten Subang. "Termasuk diantaranya sekitar 12 rubuan ASN," katanya.
Khususnya kepada ASN nanti akan ada himbauan supaya segera membayarkan pajaknya. Bai itu PBB maupun pajak kendaraan bermotornya.
Bagi yang sudah membayar tinggal menunjukkan bukti berupa Surat Tanda Terima Setoran (STTS)-nya.
Dengan adanya Pekan Panutan Pajak ini kata Dadang untuk memberikan teladan dari ASN dalam membayar pajak. "Kena pajak ini kewajiban terutama bagi ASN Insyaallah dipelopori dimotori para ASN dengan membayar pajak khususnya pajak bumi dan bangunan. Diharapkan masyarakat juga menjadi tergugah dan ini untuk segera dibayarkan pajaknya," jelasnya.
Disam ping itu juga kata dia memberikan keleluasaan waktu kepada WP sebelum jatuh tempo. "Jatuh temponya 'kan 30 September (2019) ya sekarang sudah 1 Juli masih ada atau tiga bulan. Mudah-mudahan targetnya terpenuhi," pungkasnya. (Satriya)
Share on Google Plus