Begini Cara Lintas Kementerian Dukung PT. DAHANA Tembus Pasar Dunia

SUBANG - Bulan depan Dahana akan kembali mengekspor bahan peledaknya ke Australia. Bahan peledak berjenis cartridge emulsion ini merupakan kelanjutan pengiriman pertamanya pada Maret 2019 lalu.
Hal tersebut disampaikan Direktur Operasi PT DAHANA (Persero), Bambang Agung saat menerima kunjungan Menteri BUMN RI, Rini Soemarno dalam Pameran Pacific Exposition 2019 Pacific Exposition 2019 di Auckland, Selandia Baru, Jum'at (12/7/2019).
Pameran internasional yang digelar selama tiga hari pada 12 - 14 Juli 2019 ini diikuti sejumlah instansi dan BUMN Indonesia diantaranya PT DAHANA (Persero).
Seperti keterangan yang dirilis Humas PT. DAHANA (Persero) menyebutkan kunjungan ke booth Dahana pagi itu, Menteri Rini mendapatkan penjelasan dari Direktur Operasi PT DAHANA (Persero), Bambang Agung tentang usaha PT. Dahana yang telah berhasil menyasar pasar Pasifik dengan ekspor bahan peledak seperti ke Australia, Timor Leste dan Fiji.
Kata Bambang menggenjot pasar ekspor memiliki tantangan terutama menghadapi pesaing bisnis dibidang bahan peledak dunia. "Seperti Dahana, kami mencoba menembus pasar Australia yang notabene daerah dengan hegemoni salah satu pemain bahan peledak dunia. Kami percaya diri dengan produk yang kami hasilkan di Energetic Material Center di Subang," ungkap Bambang Agung.
Kepercayaan diri itu dibuktikan pada Agustus 2019 nanti, Dahana akan melakukan shipment kedua ke Australia sebanyak 86,000 kg (8 kontainer) produk bahan peledak untuk dipasarkan Johnex Explosives.
Melalui Letter of Intent (LoI), Johnex Explosives berencana setiap tahunnya akan membeli Cartridge Emulsion DAHANA sekitar 8 kontainer. Tahun ini, PT Dahana baru mengirim 3 kontainer Cartridge Emulsion sebanyak 37.500 Kg.
Mendengar pemaparan Bambang, Menteri Rini mengapresiasi usaha yang yang dilakukan dan keberhasilan yang diraih. "Bagus, kami di Kementerian BUMN sangat mendukung dan bangga atas pencapaian ini," ungkapnya.
Dengan keberhasilan yang diraih, Rini berharap PT. Dahana bisa lebih masuk lagi ke pasar global.
Dukungan lain untuk ekspansi bisnis datang dari Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi saat berkunjung ke booth pada waktu yang hampir bersamaan.
Kesempatan itu digunakan Dahana untuk bertukar pikiran dengan Menlu. Bambang Agung mengungkapkan tantangan masuk pasar di wilayah negara-negara Pasifik salah satunya adalah transportasi kapal cargo yang sulit menuju ke wilayah tersebut. "Kalau adapun harus carter yang tentunya akan mempengaruhi harga jual bahan peledak menjadi tidak kompetitif lagi," tutur Agung.
Mendengar hal tersebut Menlu Retno menyarankan untuk tetap mencari peluang mengatasnya, "Dari sisi Kemenlu akan menyampaikan kepada kolega antar pemerintah RI dan negara-negara Pasifik," janjinya. (Dahana/Ist)
Share on Google Plus