Upaya Evakuasi "Si Kumbang" yang Menegangkan

SUBANG – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat berhasil mengamankan macan kumbang yang masuk pemukiman di Cisalak Subang Jawa Barat. Upaya evakuasi memakan waktu panjang dan pelik. Dikatakan oleh salah seorang aktifis lingkungan, Emak Iis Rochati upaya evakuasi mendapat tantangan cukup berat. Sebab masyarakat sangat gemes dikarenakan "Si Kumbang" sempat melukai salah seorang "Terutama dari masyarakat terlihat gemes. Kami berusaha melindungi supaya tidak sampai warga mengapa-apakan. Sedangkan di tangan mereka sudah dengan berbagai pakarang (alat pemukul)," tuturnya menjelaskan kepada ReporterJabar.com, Sabtu (1/5/2019).
Kata Emak Iis, dirinya bersama aparat anggota polisi dari Polsek Jalancagak berusaha melindungi "Si Kumbang" setelah berhasil dilumpuhkan dengan tembakan bius. "Di luar mah masyarakat terdengar nada-nada gemes. Kami bersama aparat Polsek, TNI dan BKSDA berusaha memberikan pengertian sekaligus menahan warga supaya tenang," tuturnya lagi.
Dia mengapresiasi upaya serius Anggota Polsek dan Polres yang berupaya melindungi "Si Kumbang" dengan menenangkan warga yang mulai gemes. "Pokoknya kita mengapresiasi anggota (Polsek) Jalancagak sambil nunggu kedatangan orang BKSDA," katanya.
Proses evakuasi macan tersebut memakan waktu 8 jam. Petugas terlihat kesulitan karena ribuan warga memadati lokasi untuk menonton evakuasi hewan buas tersebut
Selain itu, petugas juga harus menyusuri setiap ruangan rumah yang dimasuki Macan dan juga harus menyusuri atas rumah
Sebelumnya, Sabtu pagi sekitar pukul 7 pagi macan kumbang yang belum diketahui asal datangnya ini diburu warga karena berkeliaran di pemukiman. Setelah dikejar warga kemudian masuk ke dalam rumah salah satu warga dan terjebak di dalamnya.
Macan kumbang tersebut sempat melukai salah seorang warga, Ibu Juju yang memergokinya karena kaget sempat mencakar wajahnya dan mendapatkan 50 jahitan.
Evakuasi Macan kumbang selesai pukul 15.30 WIB. Macan Kumbang berukuran panjang 2,30 meter diperkirakan berumur 10 tahun tersebut sementara dievakuasi yang rencananya akan dilepasliarkan kembali.
Selanjutnya macan kumbang ini akan dilakukan pemeriksaan fisik. "Mungkin ada luka ketika diburu warga," jelasnya lagi. Dia berharap macan kumbang yang berhasil dievakuasi hidup-hidup ini  supaya dilepasliarkan. "Kita ingin macan kumbang itu dilepasliarkan kembali ke habitatnya. Mengenai lokasinya kita akan konsultasi lagi dengan kawan-kawan (aktifis) lingkungan dengan BKSDA," pungkasnya. (Foto/Istimewa)
Share on Google Plus