Serobot Lahan MIlik BUMN Begini Modusnya

SUBANG – Polres Subang bersama Kodim 0605 Subang berhasil meringkus 27 orang pelaku penyerobotan, perusakan dengan membakar dan pematokan di Lahan milik BUMN PG Rajawali II Rayon Manyingsal Kecamatan Cipunagara Subang.
Menurut Kapolres Subang, AKBP Muhammad Joni yang didampingi Dandim 0605 Subang Letkol Edi Maryono menyebutkan pertama kali mendapatkan informasi dari masyarakat adanya penyerobotan dan perusakan lahan di lahan milik BUMN PG Rajawali terhadap tanaman dan lain-lain.
“dari sana kita mengamankan 27 orang kemudian dilakukan interogasi. Hasilnya ditetapkan 5 orang sebagai tersangka, 2 orang diantaranya sebagai pelaksana di lapangan, 1 orang sebagai koordinator, 1 orang sebagai Dewan Koperasi dan 1 orang Ketua Koperasi,” tuturnya kepada wartawan di Mapolres Subang, Jum’at (21/6/2019).
Adapun modusnya, kata Joni ialah Ketua Koperasi mengeluarkan surat garapan yang berlaku hingga tahun 2027 dengan syarat memberikan uang sebesar 300 sampai 500 ribu rupiah. “Adapun alasan pelaku ialah karena HGU-nya telah habis. Padahal itu belum dikonformasikan kepada pihak PT (Rajawali II) selaku pemiliknya,” imbuh Joni.
Para pelaku tersebut ialah D (84 tahun) berperan sebagai pengawas Koperasi dan yang menghasut dan memerintahkan pembakaran lahan tebu, S (57 tahun) Ketua Koperasi, EH (52 tahun) seorang PNS berperan sebagai kordinator lapangan yang mengkoordinir masyarakat dan telah menerima ijin garapan, AK (25 tahun) berperan sebagai orang yang menebang pohon tebu di areal PT. PG Rajawali II, C (49 tahun) berperan sebagai orang yang melakukan penebangan
Kepada pelaku dikenakan pasal 160, 170 dan 406 Pasal KUHP jo pasal 55 dengan ancaman 4 tahun penjara.
Dari tangan pelaku diamankan barang bukti berupa karung berisi patok bambu, 1 gulung tali rafia, 1 buah meteran, 1 buah parang, 1 buah golok, 1 bundle Surat Ijin Garapan yang dikeluarkan dari  salah satu Koperasi Koperasi, 1 buah SHGU atas nama PT Rajawali II.
Kemudian kata Joni kejadian serupa ini yang ketiga kalinya. Sebelumnya telah melakukan penegakan hukum di wilayah Pabuaran dan melakukan himbauan ketika terjadi di lahan milik Agrawisesa di Cipeundeuy. Kepada pelaku ini akan dilakukan penegakkan hukum sampai ke pengadilan.

Share on Google Plus