Muaythai Jabar Siap "Bicara" di PON XX Papua

(Ketua Umum Pengurus Provinsi Muaythai Jabar Rahyang Mandalajati Evi Silviadi)

SUBANG - Paska mengikuti Kejurnas dan Liganas 2019 di Bogor, Atlit Muaythai Jabar, disiapkan masuk ke pemusatan latihan (pelatda) di Subang, yang rencananya akan digelar mulai 10 Juli sampai dengan 10 Desember 2019.
Ketua Umum Pengurus Provinsi Muaythai Jabar Rahyang Mandalajati Evi Silviadi mengatakan, pelatda selama 6 bulan itu sebagai persiapan menuju babak prakualifikasi PON di Jawa Tengah Desember 2019 mendatang, sekaligus sebagai persiapan menghadapi PON Ke-XX September 2020 di Papua nanti.
"Mulai 10 Juli nanti, selama 6 bulan seluruh atlit muaythai Jabar, akan kita gembleng lagi mulai dari fisik, mental, dan teknis, sebelum kita masuk ke babak prakualifikasi PON di Jawa Tengah nanti," ujar Evi kepada Wartawan di Subang, Sabtu (29/6/2019).
Selama di pelatda nanti kata Evi, seluruh atlit juga dijadualkan mengikuti try out ke Thailand selama sebulan, sebagai pematangam fisik, mental dan teknik. Sehingga diharapkan, saat bertanding di babak Prakualifikasi PON di Jateng itu, semua atlit muaythai Jabar sudah matang.
"Selama di pelatda nanti, kita sempatkan para atlit untuk mengikuti try out ke Thailand selama sebulan lamanya, di sana kita akan melakukan latih tanding dengan atlit-atlit muaythai Thailand," terangnya.
Selain itu lanjut Evi, selama pelatda nanti pihaknya juga akan mendatangkan ahli gizi, untuk mengontrol berat badan para atlit. Karena persoalan gizi itulah yang menjadi kendala para atlit muaythai Jabar, sulit untuk menurunkan berat badan, dan itu akan menajdi problem para atlit dalam menghadapi babak prakualifikasi nanti.
"Kita butuh ahli gizi, untuk mengontrol berat badan para atlit kita, seperti yang dialami kita saat Kejurnas dan Liganas di Bogor kemarin itu, atlit senior Jabar, banyak yang tidak bisa main di kelas yang sebenarnya seperti yang dialami Topan, Hilmi dan Edimus, dan mereka terpaksa di turunkan di Kejurnas dan Liganas kemarin itu, buka di kelasnya," tegas Evi.
Maka dengan adanya ahli gizi itu nanti, berat badan para atlit bisa dipantau, sehingga seluruh atlit andalan Muaythai Jabar, bisa tetap di kelas ungulannya, sekaligus dapat menjaga kebugaran dan berat badan untuk mengahadapi babak prakualifikasi PON di Jateng dan PON Papua nanti. (Ist/Satriya)
Share on Google Plus